Sunan Agung vs Natha Phong di Pattimura Big Fight 2026

Mira T. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Sunan Agung vs Natha Phong di Pattimura Big Fight 2026

Gambar atau konten salah?

Peraih medali perunggu Asian Games 2018, Sunan Agung Amoragam, akan bertarung melawan Natha Phong Nuchap Hum dari Thailand. Keduanya akan tampil di Pattimura Internasional Big Fight 2026 pada kelas non-gelar 55,3 kg. Pertarungan ini akan berlangsung di Studio TVRI Pusat pada Jumat, 29 Mei 2026 malam WIB.

Sunan sudah mempersiapkan diri dengan teliti. Ia mengaku sudah mempelajari kelebihan dan kelemahan lawan. “Saya sudah siap tempur menghadapi Natha Phong. Dan, saya juga sudah mempelajari gaya bertinjunya. Mudah-mudahan saya bisa mengatasinya,” kata Sunan Amoragam dalam keterangan persnya.

Natha Phong Nuchap Hum bukan petinju yang bisa dianggap remeh. Ia memiliki rekor bertanding tujuh kali menang (5 KO) dan delapan kali kalah. Kemenangan dan kekalahannya menunjukkan bahwa ia adalah lawan yang tangguh.

Tak hanya Sunan, Noldy Manakanae juga siap tempur. Ia optimistis bisa mengalahkan petinju Thailand, Phirawat Panthong, dalam pertarungan di kelas bulu (57,1 kg) delapan ronde. “Kita sudah lama tidak menggelar pertandingan tinju profesional yang melibatkan petinju luar negeri. Pattimura International Big Fight ini merupakan event terbesar di tahun ini. Saya berharap Sunan dan Noldi bisa mengalahkan petinju Thailand,” kata Promotor Nikolas Johan Kilikily ZSH.MH.

Event ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209. Pemilik Maluku Barat Daya Promotion menyebut event ini untuk mengingatkan kembali bahwa Ellyas Pical, berasal dari Maluku, merupakan petinju profesional Indonesia pertama yang merebut gelar juara dunia kelas bantam Federasi Tinju Internasional (IBF). “Ellyas Pical itu petinju profesional Indonesia pertama yang mengibarkan Merah Putih dan Mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang dunia. Kita menyebut Ellyas Pical itu Kapitan Pattimura di bidang olahraga. Makanya, saya merasa terpanggil untuk mensukseskan Pattimura International Big Fight 2026,” tambahnya.

Sebagai putra asal Maluku, Nikolas Johan Kilikily sangat mencintai olahraga tinju. Ia memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa SH.LL.M, Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun ST, dan Bank Maluku atas dukungan mereka. “Saya berterima kasih kepada Pak Kapolri, Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku dan Bank Maluku yang telah memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan Pattimura International Big Fight 2026. Dan, saya akan terus membangkitkan olahraga tinju profesional yang sedang mati suri,” ujar Niko, seorang pengacara.

Ke depan, ia berencana menggelar kejuaraan tinju profesional versi PABA dan OBPF sehingga terbuka kesempatan petinju Maluku dan daerah lain mengulang sejarah yang telah diukir Ellyas Pical, Nico Thomas (juara dunia kelas terbang mini IBF), M Rachman (juara dunia kelas bantam IBF), Chris Jhon (juara dunia WBA) dan Daaud Cino Jordan (juara dunia IBO). “Ke depan, saya akan berusaha menggelar kejuaraan tinju profesional versi PABA dan OBPF sehingga terbuka kesempatan petinju Maluku dan juga daerah lainnya mengulang sejarah yang telah diukir Ellyas Pical, Nico Thomas (juara dunia kelas terbang mini IBF), M Rachman (juara dunia kelas bantam IBF), Chris Jhon (juara dunia WBA) dan Daaud Cino Jordan (juara dunia IBO),” tambahnya.

Kecintaan Nikolas Johan Kilikily terhadap tinju diakui Pembina Promotor Letkol TNI (Purn) G Borlak S.Sos. MM. “Bung Nikolas Johan Kilikily itu aset tinju Indonesia yang perlu didukung. Begitu juga dengan co promotor Bung Yance Rahayaan yang terus mengabdikan dirinya untuk menyemarakkan dunia tinju profesional di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Neneng A Tuty, SH., juga mengungkapkan keinginannya untuk membangkitkan dunia tinju profesional Indonesia. “FTPI akan terus menggelar pertandingan. Ke depan, kita ingin adanya Sabuk Kapolri dan Kapolda se-Indonesia. Petinju Indonesia itu punya potensi untuk bisa bersaing di kancah internasional terutama dari Maluku,” katanya.

Susunan partai di Pattimura International Big Fight 2026 terdiri dari beberapa kelas. Di kelas Super Bantam (55,3 kg), Sunan Agung Amoragam akan bertarung melawan Nathha Phong Nuchap Hum. Di kelas Feather (bulu) 57,1 kg, Noldi Manakane akan melawan Phirawat Phantong. Di kelas Light (Ringan) 61,2 kg, Iwan Kei Ngabalin akan bertarung melawan Kristian Malindo Rihi Rodjo. Dan di kelas Super Bantam (55,3 kg) lagi, Refly Manakane akan melawan Albert Mondome.

Partai amatir juga sudah disusun. Di kelas Walter Ringan 67 kg, Reza Midun akan bertarung melawan Mathius Enoni Talambanua. Di kelas Ringan 60 kg, Aimar Kopong akan melawan Duta Fadillah Simatupang. Di kelas Layang 51 kg, Waldemer Hengst akan melawan Adhis Pryanto. Dan di kelas Terbang 54 kg, Novi Sahuleka akan bertarung melawan Yeremias.

Event ini menandai upaya besar untuk mengangkat tinju profesional Indonesia, khususnya dari Maluku, ke panggung internasional. Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat para petinju, Pattimura International Big Fight 2026 diharapkan menjadi tonggak penting bagi olahraga tinju di tanah air.

Pattimura International Big Fight 2026Sunan Agung AmoragamNatha Phong Nuchap HumEllyas PicalMalukutinju profesionalTVRI Pusat

Komentar

Memuat komentar...