Surabaya Dorong Pegawai Bersepeda, Target Kurangi BBM

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Surabaya Dorong Pegawai Bersepeda, Target Kurangi BBM

Gambar atau konten salah?

Surabaya menjadi contoh kota yang mengajak pegawai negeri sipil (ASN) untuk bersepeda ke kantor. Langkah ini dimaksudkan sebagai upaya menekan BBM di tengah tekanan pasokan energi global.

Menurut Dr Ir Machsus ST MT dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kebijakan gowes tidak sekadar kampanye singkat. "Menurut saya, kebijakan gowes merupakan langkah yang baik, relevan, dan strategis, terutama dalam situasi ketika pasokan BBM nasional menghadapi tekanan akibat terganggunya jalur distribusi global, seperti dinamika di Selat Hormuz," kata Machsus kepada detikJatim, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini masuk dalam kerangka Transportation Demand Management (TDM), yaitu strategi mengatur permintaan perjalanan agar ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil dapat ditekan. Salah satu instrumen utama TDM adalah peralihan moda transportasi ke opsi yang lebih hemat energi, termasuk sepeda.

Dengan demikian, gowes bukan sekadar simbol penghematan atau kampanye sesaat, tetapi merupakan strategi manajemen mobilitas yang secara langsung dapat menurunkan konsumsi BBM, khususnya untuk perjalanan rumah-kantor atau aktivitas harian jarak dekat. Jika dilakukan secara masif, dampaknya tidak hanya pada penghematan energi, tetapi juga pengurangan kemacetan, emisi, dan beban jalan perkotaan," jelasnya.

Dalam teori pemilihan moda, Machsus menyoroti bahwa efektivitas gowes sangat bergantung pada karakter perjalanan. Untuk perjalanan kurang dari 5 kilometer, bersepeda dianggap sangat efisien karena dapat menggantikan kendaraan bermotor yang boros di lalu lintas perkotaan. “Jadi, saya melihat gowes sangat efektif untuk mobilitas komuter jarak dekat, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi sistem transportasi," ujarnya.

Ia menyarankan penerapan kebijakan secara bertahap. “Jika masyarakat sudah mulai terbiasa, frekuensinya bisa ditingkatkan secara alami. Dari pengalaman kebijakan transportasi, perubahan perilaku yang berbasis pembiasaan biasanya lebih berhasil daripada kebijakan yang bersifat instruktif dan mendadak," Ia menambahkan, penghematan BBM tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat bersepeda. Diperlukan kebijakan transportasi yang komprehensif melalui pendekatan push dan pull strategy, seperti peningkatan transportasi umum, penyediaan jalur sepeda, hingga pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.

Machsus menekankan bahwa solusi tidak boleh berhenti pada ajakan bersepeda. “Jadi, solusi tidak boleh berhenti pada ajakan bersepeda, tetapi harus menyentuh pola mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ancaman krisis pasokan BBM, diversifikasi moda transportasi menjadi sangat penting," pungkasnya. (irb/hil)

Dengan pendekatan bertahap dan kebijakan yang komprehensif, pemerintah daerah berharap dapat menurunkan konsumsi BBM sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi. Langkah ini menandai pergeseran strategi mobilitas yang lebih berkelanjutan di kota-kota besar Indonesia.

SurabayabersepedaBBMManajemen Permintaan Transportasikemacetanemisidiversifikasi moda transportasi

Komentar

Memuat komentar...