Surabaya Pilih Rungkut & Tambak Wedi Jadi Lokasi Rusunami

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Surabaya Pilih Rungkut & Tambak Wedi Jadi Lokasi Rusunami

Gambar atau konten salah?

SurabayaPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini memetakan dua lokasi strategis untuk proyek hunian vertikal yang ditujukan khusus bagi anak muda. Rungkut di Surabaya Timur dan Tambak Wedi di Surabaya Utara resmi dipilih sebagai tempat pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) bagi Gen‑Z dan pasangan suami istri muda.

Inisiatif ini diluncurkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai respons atas prediksi bahwa populasi Gen‑Z akan mendominasi 80 persen warga Kota Pahlawan pada 2029. Dengan harga mulai Rp 100 juta, Rusunami diharapkan menjadi solusi bagi warga ber‑KTP Surabaya yang ingin memiliki hunian tetap dengan fasilitas modern layaknya apartemen.

“Kita membuatkan Rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN‑ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” kata Eri pada Senin, 06 April 2026.

Berbeda dari rusunawa lama yang cenderung sempit, unit di Rungkut dan Tambak Wedi akan menonjolkan konsep ramah keluarga. Setiap unit dilengkapi dua kamar, sehingga cocok bagi pasangan yang sudah menikah dan berencana memiliki anak. Fasilitas lift juga akan disediakan, meniru standar apartemen komersial.

“Jadi rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya yang ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak, jadi unitnya itu minimal dua kamar,” ujarnya.

Harga masih dijanjikan terjangkau. “Harganya Insyaallah di bawah Rp 500 juta. Ada yang Rp 100 juta, ada yang Rp 200 juta, dan ini masih kita hitung. Kalau diperlukan, nanti kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” urainya.

Skema kepemilikan Rusunami berbeda dengan rusunawa. Sementara rusunawa menggunakan sistem sewa, Rusunami dibangun oleh pihak swasta dan sepenuhnya dapat dibeli serta dimiliki oleh warga. Setelah membeli, pemilik bertanggung jawab atas perawatan unit dan fasilitas, termasuk lift.

“Setelah membeli dan yang merawat kan mereka (pemilik unit), kemudian bagaimana nanti mereka bersama menjaga dan merawat lift-nya, di apartemen kan juga sama. Kalau rusunawa kan yang membangun pemkot, yang menempati warga, yang memperbaiki pemkot,” jelasnya.

Namun, akses ke hunian ini tidak terbuka untuk semua. Pemkot menetapkan syarat ketat: wajib warga KTP Surabaya, berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu, serta masuk dalam kategori Gen‑Z yang baru menikah namun belum memiliki rumah sendiri.

“Karena nanti kita cek, dia termasuk warga kurang mampu atau tidak. Kemudian apakah dia termasuk Gen Z yang baru menikah dan memiliki rumah atau tidak? Jadi sejauh itu nanti yang akan kita lakukan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Surabaya menargetkan terciptanya opsi hunian terjangkau bagi generasi muda yang tengah memulai keluarga. Rusunami di Rungkut dan Tambak Wedi menandai upaya pemerintah kota untuk menanggapi perubahan demografis dan kebutuhan perumahan yang semakin meningkat. Keterlibatan swasta dan penggunaan aset pemerintah diharapkan mempercepat penyediaan unit, sekaligus memberi peluang kepemilikan properti kepada warga yang selama ini hanya dapat menyewa. Seiring harga rumah di pusat kota terus melambung, inisiatif ini menambah alternatif bagi pasangan muda yang ingin memiliki rumah sendiri tanpa harus menanggung beban sewa jangka panjang.

SurabayaRusunamiGen‑Zhunian vertikalKTP Surabayarumah terjangkauRungkutTambak Wedi

Komentar

Memuat komentar...