Surabaya Siapkan Operasi Yustisi untuk Pendatang Baru
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan langkah antisipasi lonjakan urbanisasi setelah Lebaran 2026. Salah satu upaya adalah operasi yustisi bagi pendatang baru yang masuk ke Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemkot akan memantau setiap warga yang datang, termasuk memastikan pekerjaan serta sumber penghasilan. “Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” ujarnya pada 22 Maret 2026.
Eri menjelaskan pengawasan ini bertujuan mencegah dampak negatif urbanisasi, seperti meningkatnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mulai dari pengemis hingga gelandangan, serta potensi tindak kriminalitas.
“Karena itu, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga RT/RW untuk melakukan pengawasan terhadap arus pendatang,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan warga yang membawa atau mempekerjakan pendatang dari luar daerah, seperti pekerja rumah tangga, agar melaporkan keberadaan mereka ke pengurus lingkungan setempat. “Dengan begitu kami bisa mengetahui berapa warga Surabaya, dan berapa pendatang yang datang, termasuk pekerjaan mereka. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” terangnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Fikser menyatakan bahwa fenomena urbanisasi pasca‑Lebaran menjadi perhatian rutin setiap tahun. “Surabaya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan, namun para pendatang diharapkan memiliki keterampilan dan tujuan yang jelas ketika datang,” ungkapnya.
Fikser menambahkan operasi yustisi akan melibatkan unsur pemerintah wilayah mulai dari kelurahan hingga kecamatan. “Dalam operasi tersebut, pendatang akan diperiksa kelengkapan administrasi, kepastian tempat tinggal, serta pekerjaan yang dimiliki,” jelasnya.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya Achmad Zaini menekankan pengawasan juga dilakukan dengan koordinasi lintas daerah. Ia mengingatkan datang ke Surabaya tanpa bekal pekerjaan justru berisiko menyulitkan pendatang itu sendiri. “Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, kami juga akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tegasnya.
Rencana ini menandai upaya Surabaya untuk menyeimbangkan pertumbuhan penduduk dengan kebutuhan sosial dan keamanan, sambil tetap membuka pintu bagi pencari kerja yang memiliki tujuan jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
