Surabaya Zoo Hentikan Tunggang Gajah, Ganti dengan Feeding
Gambar atau konten salah?
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan telah melarang praktik wisata tunggang gajah. Di Surabaya, Kebun Binatang Surabaya (KBS) sudah menghentikan aktivitas tersebut lebih dulu, sejak akhir tahun lalu.
Menurut Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri, “Kami sudah hentikan tunggang gajah sejak November 2025,” katanya saat dikonfirmasi pada 16 April 2026. KBS kini menyiapkan wahana lain bagi pengunjung.
Lintang menjelaskan bahwa di area gajah tunggang, pengunjung dapat mencoba “tunggang gajah motor listrik.” Selain itu, interaksi dengan gajah diubah menjadi aktivitas pemberian makan atau feeding. “Sedangkan atraksi satwa kita ganti dengan feeding gajah,” jelasnya.
Di tingkat kementerian, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) tentang larangan wisata tunggang gajah akan segera diterbitkan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada 15 April 2026.
Rohmat menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi populasi gajah dan keselamatan satwa. “Kebijakan ini diambil dalam rangka untuk melindungi populasi dari gajah, kemudian juga keselamatan dari gajah, termasuk juga animal welfare atau kesejahteraan dari gajah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dan keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam menerbitkan Inpres terkait penyelamatan populasi serta habitat gajah di Sumatera dan Kalimantan.
Dengan larangan ini, pemerintah menegaskan perlindungan terhadap satwa dan upaya menjaga kesejahteraan gajah di Indonesia. KBS menyesuaikan atraksi untuk tetap menarik pengunjung, sekaligus mematuhi kebijakan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
