Takbir Idul Fitri 2026: Waktu, Makna, dan Anjuran Penting
Gambar atau konten salah?
Makassar, 20 Maret 2026 (setelah Maghrib) hingga 21 Maret 2026 (sebelum sholat Idul Fitri) menjadi periode di mana umat Islam melantunkan takbir sebagai ungkapan sukacita dan syukur atas puasa Ramadhan.
Takbir, “Allahu Akbar”, dipakai untuk menegaskan kebesaran Allah dan mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Bacaan ini biasanya diulang tiga kali, diikuti dengan dzikir singkat dalam bahasa Arab dan terjemahannya.
Menurut buku Fiqih Praktis I karya Muhammad Bagir, bacaan takbir di malam Idul Fitri adalah:
- اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
- لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Yang diartikan:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.
Takbir selanjutnya dapat dilanjutkan dengan dzikir berikut:
- اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا …
Arti sederhananya:
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan banyaknya pujian, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah selain kepada-Nya.
Dalam Fiqih Mazhab Syafi'i oleh Abu Ahmad Najieh, disebutkan bahwa takbir dimulai sejak masuknya malam Idul Fitri, yakni setelah matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan. Karena kalender Islam memulai hari baru pada maghrib, takbir dapat dimulai pada 20 Maret 2026 setelah maghrib.
Pemerintah Indonesia, melalui keputusan Kementerian Agama, telah menetapkan 21 Maret 2026 (Sabtu) sebagai Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, melantunkan takbir di malam sebelumnya menandai persiapan menuju ibadah Idul Fitri.
Alasan mengapa melantunkan takbir dianjurkan dapat dilihat dari ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185) yang menegaskan: “Hendaklah kamu mengakrabkan nikmat puasa dengan mengagungkan Allah.” Imam Ibn Rajab al-Hanbali menegaskan bahwa bertakbir merupakan bentuk syukur atas puasa Ramadhan. Begitu pula Syekh Ibrahim al-Bajuri menjelaskan bahwa takbir dianjurkan bagi semua umat, baik laki-laki maupun perempuan, baik di rumah maupun dalam perjalanan.
Praktik mengucapkan takbir dengan suara keras bertujuan menampilkan syiar hari raya, sekaligus memupuk suasana penuh dzikir dan rasa syukur di kalangan umat.
Ringkasan: Takbir, yang diucapkan tiga kali di malam Idul Fitri, menjadi tanda sukacita dan syukur atas puasa Ramadhan. Waktu pelaksanaannya dimulai pada 20 Maret 2026 setelah maghrib dan berlanjut hingga 21 Maret 2026 sebelum sholat Idul Fitri. Praktik ini didasari oleh ajaran Al-Qur’an dan hadits, serta dianjurkan bagi semua umat Islam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Minggu Kliwon Pujut: Pantang Nikah, Baik Gotong Royong
Inkracht Sakti FC Uji Coba Lawan Malaysia Demi Piala Dunia Pengacara
Jadwal Sholat Surabaya 12 Juli 2026 Lengkap
Qarrar Firhand Juara WSK Euro Series 2026
Jadwal Salat Denpasar 12 Juli 2026 Resmi Rilis
Noskova Kalahkan Muchova di Final All Czech Wimbledon
Ines Garcia Dukung Lamine Yamal, Kenakan Jersey Nomor 19
Mantan Jampidsus Jadi Tersangka Korupsi
Pemain Timnas Afrika Selatan Meninggal Dua Pekan Usai Piala Dunia 2026