Talbiyah: Seruan Jemaah Haji Menyatakan Kesetiaan pada Allah

Dian P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Talbiyah: Seruan Jemaah Haji Menyatakan Kesetiaan pada Allah

Gambar atau konten salah?

Talbiyah adalah seruan yang dikeluarkan jemaah haji ketika mereka berada dalam keadaan ihram. Seruan ini mengekspresikan kesungguhan mereka untuk mengikuti panggilan Allah SWT dalam ibadah haji. Setiap jemaah memulai bacaan ini pada saat memasuki ihram dan melanjutkannya sepanjang perjalanan menuju Makkah, hingga sampai di Hajar Aswad. Namun, ketika melakukan tawaf, talbiyah diganti dengan doa khusus.

Menurut buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umrah karya Nasaruddin Umar dan Indriya R Dani, membaca talbiyah berarti “semata-mata memenuhi panggilan dan kehendak Allah SWT untuk beribadah kepada‑Nya.” Buku tersebut menekankan bahwa talbiyah bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan hati yang tulus. Jemaah haji memulai bacaan ini sejak memulai ihram dan terus membacakannya hingga sampai di Hajar Aswad. Pada saat tawaf, talbiyah tidak lagi dibaca; alih‑alihnya, jemaah mengucapkan doa tertentu.

Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, berikut bacaan talbiyah haji dalam bahasa Arab dan terjemahannya:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ والنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ.

Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.

Arti: “Aku memenuhi panggilan‑Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan‑Mu. Aku memenuhi panggilan‑Mu, tiada sekutu bagi‑Mu, aku memenuhi panggilan‑Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik‑Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi‑Mu.”

Dalam buku Haji an‑Nabi oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al‑Albani, terjemahan Khoeruddin menjelaskan bahwa jemaah haji dapat menambahkan kalimat yang pernah diucapkan Nabi Muhammad SAW. Penambahan ini dianggap lebih afdhal. Berikut kalimat tambahan tersebut:

Labbaik dzal ma'arij, labbaik dzal fawâdhil.

Labbaik wa sa'daika, wal khair biyadaika, war raghba'u ilaika wal amal.

Menurut Nabi SAW, orang yang menambahkan ucapan talbiyah sebagaimana yang mereka ucapkan, “Labbaik dzal ma'arij, labbaik dzal fawâdhil.” Ibnu Umar menambahkannya dengan lafal, “Labbaik wa sa'daika, wal khair biyadaika, war raghba'u ilaika wal amal.” (HR Abu Dawud)

Hadits dari Ummu Salamah RA menegaskan bahwa membaca talbiyah haji adalah amalan yang disyariatkan. Ia berkata:

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai keluarga Muhammad, barang siapa yang melakukan ibadah haji di antara kalian, hendaklah dia bertalbiyah dalam haji‑nya'.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

Jemaah haji mulai membaca talbiyah sejak awal ihram sampai saat melempar jumrah Aqabah pada hari Nahar, yaitu 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Pada lemparan batu pertama, talbiyah diakhiri. Talbiyah lebih baik dilakukan di tempat‑tempat yang tinggi dan rendah, ketika naik (mendaki) dan ketika turun lembah atau bertemu tunggangan, serta setiap selesai salat.

Hadits dari Sahl bin Sa'd RA menyebutkan keutamaan membaca talbiyah haji. Ia mengatakan bahwa pepohonan, bebatuan hingga bumi ikut bertalbiyah. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang muslim bertalbiyah kecuali semua yang ada di kanan dan kirinya, baik bebatuan, pepohonan maupun tanah liat ikut bertalbiyah, bumi pun ikut bergetar di sana‑sini.” (HR Ibnu Majah, Al Baihaqi dan lainnya)

Dengan bacaan talbiyah, jemaah haji mengekspresikan kesetiaan dan ketergantungan mereka kepada Allah. Bacaan ini menjadi pengingat bahwa semua aspek alam turut meresapi ibadah haji. Menyanyikan talbiyah di berbagai tempat dan waktu menunjukkan kesungguhan jemaah untuk tetap berada dalam keadaan ihram hingga selesai ibadah. Talbiyah, meski sederhana, memiliki makna mendalam bagi setiap pelaku haji, menghubungkan mereka dengan sejarah Nabi Muhammad SAW dan tradisi umat Islam.

TalbiyahHajiIhramTawafDoaNabi MuhammadBacaanTradisi

Komentar

Memuat komentar...