Tebing Breksi Jadi Destinasi Wisata Geoheritage Yogyakarta

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 125 dibaca
Bisik.id
Tebing Breksi Jadi Destinasi Wisata Geoheritage Yogyakarta

Gambar atau konten salah?

Tebing Breksi bukan lagi sekadar bekas tambang batu alam. Kini, ia menjadi salah satu Geoheritage unggulan Yogyakarta. Pada tahun 2026, kawasan ini sudah teratur dengan teknologi modern dan paket wisata petualangan yang lengkap.

Terletak di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Tebing Breksi dulu merupakan tambang batu alam. Batuan di sana terbentuk dari abu vulkanik letusan Gunung Api Purba Nglanggeran jutaan tahun yang lalu. Batuan ini memiliki tekstur unik dan nilai ilmiah tinggi.

Perluasan peneliti dari ITB dan UPN menemukan bahwa batuan ini adalah jenis batuan kapur tufan langka. Karena itu, kegiatan tambang dihentikan pada tahun 2014. Pada 30 Mei 2015, Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan tempat ini sebagai objek wisata.

Sejak itu, Tebing Breksi diakui sebagai bagian dari 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia. Ia juga menjadi pilar utama Desa Wisata Dewi Sambi, yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.

Keindahan visual Tebing Breksi terletak pada deretan tebing karst yang menjulang tinggi. Tekstur alami batuan terbentuk selama jutaan tahun. Pahatan artistik yang tersisa setelah tambang menambah daya tarik. Lokasi ini menjadi spot fotografi paling ikonik di Yogyakarta, baik untuk swafoto maupun prewedding.

Untuk mencapai puncak tebing, pengunjung tidak perlu mendaki secara manual. Ada anak tangga kokoh yang dipahat langsung pada batuan. Setelah naik, panorama Kota Jogja menanti. Dari sana, terlihat Candi Prambanan, Gunung Merapi, dan siluet pesawat yang mendarat di langit senja. Waktu matahari terbenam (sunset) menjadi momen paling dicari.

Secara geografis, Tebing Breksi berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo. Ia berdampingan dengan objek wisata populer lain seperti Candi Ijo dan kompleks Keraton Ratu Boko. Jaraknya hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo jika lewat jalur utama Prambanan-Piyungan.

Berjarak 17 km atau 30 menit berkendara dari pusat Kota Yogyakarta, infrastruktur jalan menuju Tebing Breksi sudah memadai. Jalan dapat dilalui dengan lancar oleh sepeda motor, mobil, maupun bus pariwisata besar. Medannya sedikit menanjak, namun tidak menimbulkan kesulitan bagi pengunjung.

Berikut rincian biaya tiket dan fasilitas terbaru (2026):
Tiket Masuk Domestik (Weekday): Rp 10.000
Tiket Masuk Domestik (Weekend/Libur): Rp 15.000
Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara: Rp 30.000
Parkir Motor: Rp 2.000
Parkir Mobil: Rp 5.000
Parkir Bus: Rp 15.000–Rp 25.000

Tempat wisata ini buka dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Pembayaran di lokasi disarankan menggunakan QRIS atau uang elektronik untuk mempercepat antrean. Uang tunai masih diterima, namun tidak secepat pembayaran digital.

Jika ingin mengambil foto terbaik, datanglah pada pukul 16.00 WIB. Pada saat itu, sinar matahari mulai oranye hingga golden hour. Cuaca biasanya tidak terlalu terik. Pastikan memakai alas kaki nyaman karena banyak berjalan di atas permukaan batu.

Dengan fasilitas lengkap, lokasi strategis, dan sejarah yang kaya, Tebing Breksi menjadi contoh transformasi bekas tambang menjadi destinasi wisata berstandar internasional. Ia mengundang pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang nilai ilmiah batuan.

Tebing BreksiGeoheritageBatu Kapur TufanCandi PrambananWisata Berstandar Internasional

Komentar

Memuat komentar...