TEP 2026 Rekrut 1.458 Peneliti Potensi Daerah Nasional
Gambar atau konten salah?
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 adalah inisiatif baru Kementerian Transmigrasi yang menargetkan 1.458 anggota untuk meneliti potensi daerah di seluruh Indonesia. Program ini didasarkan pada Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2026 dan bertujuan tidak sekadar menelusuri wilayah, melainkan memetakan potensi secara ilmiah sebagai dasar kebijakan pembangunan nasional.
Para peserta dibagi menjadi dua kategori penempatan. TEP Non-Papua bertugas selama 120 hari, mulai 31 Juli 2026 – 27 November 2026, sedangkan TEP Papua menjalankan tugas intensif selama 360 hari, dari 31 Juli 2026 – 25 Juli 2027. Rencana ini menandai kesempatan langka bagi siapa pun yang ingin merasakan dinamika sosial‑budaya di pelosok negeri sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat setempat.
Rekrutmen terbagi menjadi dua posisi utama: Ketua Tim dan Anggota Tim. Berikut kriteria lengkapnya.
Ketua TEP (minimal pendidikan S2) harus memiliki ijazah Magister, publikasi ilmiah internasional, pengalaman memimpin tim riset minimal dua kali, pernah menerima hibah penelitian nasional atau internasional, dan mampu mengembangkan gagasan inovatif melalui abstrak proposal. Posisi ini ditujukan bagi pemimpin riset berpengalaman.
Anggota TEP (minimal pendidikan D4/S1) diharapkan memiliki latar belakang sarjana atau diploma 4, pengalaman menulis karya ilmiah, pernah menjadi anggota tim riset atau kajian, serta mampu bekerja sama dalam tim dan berkomunikasi baik dengan para pemangku kepentingan.
Proses seleksi berlangsung secara bertahap dan ketat. Berikut jadwal pentingnya.
Tahap Penyiapan:
- 1 Mei 2026 – 9 Mei 2026: Pengajuan abstrak bagi calon Ketua.
- 1 Mei 2026 – 21 Mei 2026: Pendaftaran online untuk Anggota.
- 11 Mei 2026: Pengumuman hasil seleksi abstrak.
- 11 Mei 2026 – 18 Mei 2026: Pengajuan proposal lengkap bagi yang lolos abstrak.
- 29 Mei 2026: Pengumuman resmi lolos proposal.
Tahap Pra‑Pelaksanaan:
- 15 Juni 2026 – 13 Juli 2026: Masa pembekalan intensif.
- 29 Juli 2026 – 30 Juli 2026: Acara pelepasan di Balai Kartini, Jakarta.
- 31 Juli 2026: Pemberangkatan serentak ke lokasi tujuan.
Semua tahapan pendaftaran dapat diakses melalui https://tep.transmigrasi.go.id/. Situs ini menyediakan formulir, panduan, dan update status aplikasi secara real‑time.
Program ini didukung oleh sepuluh universitas terkemuka di Indonesia, yang menyediakan fasilitas akademik, laboratorium, dan jaringan penelitian. Bagi peserta, selain mendapatkan pengalaman kerja berharga, mereka juga dapat langsung berkontribusi pada rekomendasi kebijakan pembangunan wilayah.
Siapkan dokumen akademik, rangkai ide penelitian, dan lengkapi formulir pendaftaran sebelum batas waktu. Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat, baik lulusan baru maupun profesional muda.
Dengan partisipasi aktif, TEP 2026 dapat memperkuat pemahaman tentang potensi daerah, menumbuhkan kedaulatan wilayah, dan memacu kesejahteraan masyarakat di pelosok negeri. Program ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan ke dalam kebijakan pembangunan, sekaligus memberi ruang bagi inovator dan akademisi untuk berperan langsung dalam pembangunan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Banjir di Jalan Meteorologi: Kendaraan Terjebak Tinggi Paha
Banjir Deras Hujan Malam 3 Juni Rendam Jalan Medan Helvetia
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
