Terdapat 13 Negara dengan Udara Terbersih 2025 Terbaik

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Terdapat 13 Negara dengan Udara Terbersih 2025 Terbaik

Gambar atau konten salah?

Kualitas udara menjadi indikator penting dalam menentukan kesehatan dan kenyamanan hidup di suatu negara. Di tengah meningkatnya polusi global, beberapa negara justru berhasil menjaga udaranya tetap bersih dan segar. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian emisi dan pengelolaan lingkungan dapat menghasilkan perbedaan signifikan. Kualitas udara memengaruhi kesehatan jantung, paru‑paru, dan sistem saraf.

Dari 143 negara di dunia, hanya 13 negara atau wilayah yang memiliki tingkat PM2.5 sesuai dengan ketentuan WHO. Angka ini menandakan bahwa sebagian besar negara masih berjuang menghadapi polusi udara yang tinggi. PM2.5 adalah partikel halus yang dapat masuk ke dalam paru‑paru dan memicu masalah kesehatan.

Berikut daftar 13 negara dengan udara paling bersih sepanjang 2025:

  1. Polinesia Prancis, wilayah yang menjadi bagian dari Republik Prancis (1,8 µg/m³)
  2. Pueblo Riko, wilayah persemakmuran AS (2,4 µg/m³)
  3. Kepulauan Virgin, AS (2,5 µg/m³)
  4. Barbados (2,6 µg/m³)
  5. Kaledonia Baru (3,6 µg/m³)
  6. Islandia (3,7 µg/m³)
  7. Bermuda, wilayah seberang laut Inggris Raya (3,8 µg/m³)
  8. Réunion, bagian integral dari Republik Prancis dan Uni Eropa (4,3 µg/m³)
  9. Andorra (4,3 µg/m³)
  10. Australia (4,4 µg/m³)
  11. Grenada (4,7 µg/m³)
  12. Panama (4,8 µg/m³)
  13. Estonia (4,9 µg/m³)

Sementara itu, Asia Selatan dan Afrika mencatatkan diri sebagai wilayah dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Negara‑negara di wilayah ini mengalami tekanan industri, transportasi, dan pertanian yang intens. Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan bagi jutaan penduduk.

Berikut 10 negara dengan udara paling kotor sepanjang 2025 menurut IQAir:

  1. Pakistan (67,3 µg/m³)
  2. Bangladesh (66,1 µg/m³)
  3. Tajikistan (57,3 µg/m³)
  4. Chad (53,6 µg/m³)
  5. Republik Demokratik Kongo (50,2 µg/m³)
  6. India (48,9 µg/m³)
  7. Mesir (47,1 µg/m³)
  8. Irak (45,8 µg/m³)
  9. Kuwait (44,2 µg/m³)
  10. Bahrain (43,5 µg/m³)

Menurut CEO IQAir Global, Frank Hammes, pemantauan polusi udara sangat penting untuk mengetahui kualitas udara yang kita hirup sehari‑hari. "Memperluas akses ke data waktu nyata memberdayakan masyarakat untuk bertindak. Dengan mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim, kita dapat mendorong peningkatan kualitas udara global yang bermakna dan berkelanjutan," Frank Hammes ucapnya.

Senin, 30 Maret 2026

Data ini menegaskan bahwa hanya sebagian kecil negara yang dapat mempertahankan udara bersih, sementara banyak negara di Asia dan Afrika masih menghadapi tantangan besar. Pemantauan real‑time dan kebijakan pengurangan emisi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas udara di masa depan. Kebijakan pengurangan emisi, pengelolaan transportasi, dan penggunaan energi bersih dapat membantu menurunkan tingkat polusi.

kualitas udaraPM2.5polusi udaraemisikebijakan lingkunganIQAirWHO

Komentar

Memuat komentar...