Tiga ASN Sidoarjo Terapi Gangguan Jiwa, Potensi Pensiun Dini
Gambar atau konten salah?
Tiga ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini sedang menghadapi gangguan kejiwaan. Mereka masih menjalani terapi dan pemantauan kesehatan di rumah sakit yang berwenang. Jika hasil pemeriksaan medis menunjukkan mereka tidak mampu lagi melaksanakan tugas, maka pensiun dini dapat menjadi konsekuensi.
Ahmad Misbahul Munir, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, menegaskan bahwa ketiga pegawai tersebut masih dalam proses penanganan. “Sekarang mereka masih dalam proses pemeriksaan dan terapi oleh rumah sakit. Nanti akan dilihat bagaimana perkembangan kondisinya melalui hasil evaluasi medis,” ujarnya.
Munir menambahkan bahwa gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja, termasuk ASN. “Ini sebenarnya bisa menimpa siapa pun sesuai dengan pemicunya. Bisa karena masalah pekerjaan, keluarga, maupun faktor lainnya. Yang jelas saat ini mereka masih menjalani terapi dan pendampingan,” katanya.
BKD bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencegah kasus serupa berulang. Salah satu upaya adalah mengadakan seminar kesehatan mental, pembinaan pegawai oleh atasan langsung, serta kegiatan penguatan karakter dan spiritual. “Kami sering mengadakan seminar dengan tema kesehatan mental dan penguatan mental ASN. Selain itu ada pembinaan oleh atasan, termasuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan membangun kebersamaan dan kesehatan psikologis pegawai,” jelas Munir.
Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat menjadi kunci menjaga kesehatan mental ASN. “Membangun kekompakan tim itu penting. Dalam pekerjaan, seseorang harus bisa membedakan persoalan pribadi dan pekerjaan kedinasan. Kebiasaan bekerja secara tim juga dapat membantu membangun mental sosial yang sehat,” ungkapnya.
Munir mengimbau seluruh ASN agar tidak ragu mencari bantuan atau berkonsultasi ketika mengalami tekanan psikologis. “Yang terpenting adalah menjaga komunikasi, membangun kebersamaan, dan segera mencari bantuan ketika ada masalah. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” pungkasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya dukungan psikologis bagi pegawai negeri. Upaya preventif dan penanganan yang cepat dapat mencegah gangguan mental berkembang menjadi masalah serius, sekaligus menjaga kualitas layanan publik di Sidoarjo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
