TikTok Konten Ableisme: Kontroversi Video Penyandang Disabilitas
Gambar atau konten salah?
Medan – Pada akhir bulan ini, platform media sosial TikTok menjadi pusat perbincangan karena satu konten kreator yang mempromosikan produk kecantikan dengan cara menampilkan diri seolah‑olah memiliki disabilitas. Dalam video‑nya, ia menampilkan diri menggunakan kursi roda dan menyebutkan beberapa istilah yang sering dikaitkan dengan kondisi fisik atau mental tertentu.
Walaupun kreator tersebut menegaskan dalam klarifikasinya bahwa ia tidak bermaksud menyinggung penyandang disabilitas, tindakan tersebut tetap masuk dalam kategori perilaku ableisme. Istilah ini merujuk pada sikap atau praktik yang merendahkan dan mendiskriminasi orang dengan disabilitas.
Definisi ableisme diambil dari laman Disability & Philanthropy Forum, yang menjelaskan bahwa ableisme merupakan rangkaian stereotip dan praktik yang menilai orang tanpa disabilitas sebagai “standar” dan menilai orang lain berdasarkan apa yang dianggap “normal” oleh masyarakat. Konsep ini mirip dengan rasisme yang menilai warna kulit atau seksisme yang menilai gender, namun fokusnya pada kondisi fisik atau mental.
Contoh‑contoh ableisme dalam kehidupan sehari‑hari sering kali tidak terlihat secara terang‑terangan. Berikut beberapa situasi yang sering terjadi:
- Menggunakan kata “cacat”, “autis”, “gila”, atau “bego” sebagai bahan candaan atau ejekan ketika teman melakukan kesalahan.
- Memuji sekaligus meremehkan, misalnya “Kamu kelihatan normal banget, kok bisa pakai kursi roda?”
- Berbicara kepada pendamping atau orang tua penyandang disabilitas, alih‑alih berbicara langsung kepada penyandang disabilitas tersebut.
- Memanfaatkan fasilitas yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, padahal tidak digunakan oleh orang yang tidak memiliki disabilitas.
- Gedung bertingkat atau transportasi umum yang tidak menyediakan ramp (jalan landai) untuk kursi roda atau guiding block untuk tunanetra.
- Perusahaan menolak pelamar kerja hanya karena ia memiliki disabilitas fisik, meskipun kemampuannya sangat mumpuni untuk posisi tersebut.
Karena hal‑hal tersebut, penyandang disabilitas sering merasakan bahwa masyarakat tidak menganggap mereka setara. Meskipun banyak bentuk ableisme tidak disengaja, dampaknya menunjukkan adanya kesenjangan antara pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas dan orang yang tidak memiliki disabilitas.
Kesalahpahaman umum adalah bahwa ableisme selalu dilakukan dengan niat buruk. Banyak contoh yang muncul karena kurangnya pengetahuan atau kesadaran. Seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kata tertentu dapat dianggap merendahkan. Oleh karena itu, edukasi dan pemahaman menjadi langkah penting untuk mengurangi praktik ini.
Berikut beberapa cara sederhana untuk menghindari ableisme:
- Berhenti menggunakan kata‑kata seputar disabilitas sebagai bahan umpatan atau candaan.
- Berhenti menganggap lucu konten yang merendahkan penyandang disabilitas.
- Jangan menirukan cara berbicara atau tingkah laku penyandang disabilitas tanpa izin.
- Hindari memberi rasa kasihan berlebihan atau menganggap penyandang disabilitas sebagai “pahlawan” hanya karena mereka bertahan hidup. Mereka butuh hak yang setara dan aksesibilitas yang sama.
- Jika melihat penyandang disabilitas yang tampak kesulitan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka membutuhkan bantuan. Jangan langsung menarik atau mendorong mereka tanpa izin, karena dapat mengganggu ruang pribadi mereka.
Kasus viral ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih memahami apa itu ableisme. Perilaku tersebut tidak selalu dilakukan dengan sengaja, namun tetap membutuhkan perhatian dan tindakan konkret agar tidak menimbulkan diskriminasi. Dengan meningkatkan kesadaran dan menghormati hak serta aksesibilitas penyandang disabilitas, masyarakat dapat bergerak menuju lingkungan yang lebih inklusif dan adil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
