TNI & Gresik Laksanakan TMMD 128 di Desa Slempit
Gambar atau konten salah?
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0817/Gresik menargetkan perbaikan infrastruktur di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Jalan desa, irigasi, dan sarana pendukung petani menjadi fokus utama.
Letkol Inf Fadly Subur Karamha, kepala TMMD 128, menegaskan bahwa program ini merupakan sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memenuhinya. Ia berkata, “TMMD ini wujud nyata sinergi untuk mengatasi kesulitan warga, khususnya di Desa Slempit,” pada 02 Mei 2026.
Selama satu bulan, yakni dari 22 April 2026 sampai 21 Mei 2026, sejumlah proyek fisik dilaksanakan. Di antaranya:
- Pengaspalan jalan desa
- Pengecoran jalan usaha tani
- Normalisasi Waduk Lingsir
- Pembangunan saluran irigasi
- Pembuatan sumur bor
- Bedah rumah tidak layak huni (RTLH) untuk enam warga
Fadly menambahkan, “Kalau air tersedia, irigasi lancar, akses jalan bagus, maka hasil pertanian akan meningkat.”
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menargetkan kegiatan nonfisik. Wawasan kebangsaan, penyuluhan anti-narkoba, deradikalisasi, pelatihan bagi petani, peternak, dan pelaku ekonomi kreatif, serta edukasi pencegahan stunting disampaikan kepada warga.
Menurut Kepala Dusun Slempit, Wijiono, petani seringkali terhambat akses jalan, terutama saat hujan. Ia mengungkapkan, “Kalau hujan, jalan ke sawah tidak bisa dilewati karena masih tanah liat, licin. Distribusi hasil panen jadi terhambat.”
Saluran irigasi dari Waduk Lingsir juga tidak optimal karena pintu air yang rusak, kata Wijiono. Kepala Desa Slempit, Suyitno menilai potensi pertanian di wilayahnya cukup besar, namun infrastruktur masih menjadi kendala. Ia menyatakan, “Kalau jalan jelek dan irigasi macet, petani rugi waktu dan biaya.”
Suyitno berharap seluruh program TMMD dapat selesai tepat waktu dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Ia menutup dengan harapan, “Mudah-mudahan ekonomi desa ikut bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat.”
Program ini menegaskan peran TNI dalam pengembangan desa, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dan menyoroti pentingnya infrastruktur dasar bagi produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun