TNI Lanjut Pembangunan Jembatan Garuda di Linge, Aceh

Ika P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
TNI Lanjut Pembangunan Jembatan Garuda di Linge, Aceh

Gambar atau konten salah?

Di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, prajurit TNI sedang memajukan pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini akan membuka akses bagi warga yang selama ini terisolasi, menghubungkan beberapa desa di wilayah tersebut.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita, komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, mengungkapkan bahwa pembangunan dimulai 6 April lalu dan kini sudah memasuki tahap ketiga. Ia menambahkan, “Sejumlah pekerjaan tahap awal disebut sudah selesai dikerjakan.”

Menurut Raden, pembersihan lokasi dan pemasangan tali poros jembatan telah selesai 100 persen. Penggalian lubang pondasi untuk abutmen A1 dan B1 sudah masuk tahap pengecoran lantai pondasi. Sedangkan penggalian pondasi abutmen A2 dan B2 saat ini sudah mencapai 85 persen. Hari ini personel di lapangan fokus pada pengikatan besi pondasi, dan rencananya besok akan dilanjutkan dengan tahap pengecoran.

Setelah pondasi rampung, fokus selanjutnya akan berada pada pengecoran abutmen secara menyeluruh, pemasangan pylon, dan perakitan rangka jembatan. Proses ini melibatkan tim gabungan, yakni 5 aggota Koramil 05/Linge, 25 Personel Yon TP 854/DK, 1 personel asistensi Zidam Iskandar Muda, masyarakat setempat, dan tenaga tukang ahli.

Jembatan Perintis Garuda dirancang dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter. Dengan kapasitas tonase maksimal 1 ton, jembatan ini akan melintasi sungai selebar 90 meter yang memiliki debit air fluktuatif. “Meski cuaca di lokasi kerap mendung pada sore hari, situasi pengerjaan dilaporkan tetap aman dan kondusif,” kata Raden.

Jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Linge. “Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Linge,” lanjut Raden.

Akses ke dua desa tersebut sempat putus total saat bencana pada 26 November 2025. Saat ini masih menggunakan jembatan darurat. Pembangunan jembatan ini merupakan upaya nyata TNI dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa.

Dengan jembatan ini, harapan warga akan terwujud: jalan terbuka, mobilitas meningkat, dan ekonomi lokal dapat berkembang lebih baik. Pembangunan ini menandai langkah konkret menuju integrasi wilayah yang lebih baik di Aceh Tengah.

Jembatan Perintis GarudaAceh Tengahkonektivitaspembangunan jembatanmobilitasekonomi lokal

Komentar

Memuat komentar...