Tradisi Minum Susu Putih Malam 1 Muharram 1448
Gambar atau konten salah?
Di malam 1 Muharram 1448 Hijriah, banyak muslim di Indonesia memulai tahun baru dengan tradisi minum susu putih. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah waktu Maghrib dan sebelum Subuh, diiringi doa khusus yang diharapkan membawa keberkahan bagi tahun yang akan datang.
Doa yang dibaca pada malam tersebut ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan. اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ (Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu). Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya.” Doa ini memohon agar setiap tetes susu menjadi sarana berkat dan kebaikan bagi kehidupan umat.
Tradisi minum susu putih pada malam 1 Muharram bukanlah kewajiban menurut syariat Islam. Ia lebih dikenal sebagai bentuk tafa'ul, yaitu harapan akan pertanda baik. Sehingga, umat dapat memilih untuk melakukannya atau tidak, tanpa menimbulkan denda atau pelanggaran agama.
Asal-usul tradisi ini sering dikaitkan dengan ajaran Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, seorang ulama keturunan Rasulullah SAW yang terkenal di Makkah. Menurut penjelasan yang diambil dari NU Online, susu putih dipilih karena melambangkan kesucian, kebersihan, dan nutrisi yang baik. Warna putihnya menjadi simbol harapan agar perjalanan satu tahun ke depan dipenuhi keberkahan dan kebersihan hati.
Waktu pelaksanaan tradisi ini dimulai sejak Maghrib pada malam sebelum 1 Muharram dan berlanjut hingga sebelum Subuh pada hari 1 Muharram. Banyak keluarga, santri, dan jemaah yang melakukannya bersama, menambah rasa kebersamaan di saat pergantian tahun Hijriah.
Menurut Kementerian Agama (Kemenag), 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Dengan demikian, malam 1 Muharram dimulai sejak Senin malam 15 Juni 2026 setelah waktu Maghrib. Waktu ini menjadi momen penting bagi umat yang ingin memulai tahun baru dengan doa dan harapan.
Simbolisme susu putih dalam tradisi ini sejalan dengan semangat Tahun Baru Islam yang mengajak introspeksi diri. Seperti memulai lembaran baru yang lebih baik, susu putih menjadi lambang kehidupan yang dipenuhi keberkahan dan kebaikan. Ia menandakan kesucian hati dan tekad memperbaiki diri di tahun yang akan datang.
Selain nilai simbolik, susu juga memiliki keutamaan dalam ajaran Islam. Ia dianggap sebagai anugerah Allah yang mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan tubuh. Susu mengandung nutrisi penting yang membantu memenuhi kebutuhan gizi manusia.
Dalam konteks fitrah, susu juga terhubung dengan kisah Isra‑Mikraj. “Saat Isra Mikraj, susu adalah pilihan Rasulullah SAW, yakni saat Malaikat Jibril menyuguhkan khamr dan susu. Dan susu adalah tanda kefitrahan umat Rasulullah SAW.” Keterangan ini menegaskan bahwa susu adalah simbol fitrah dan jalan lurus.
Hadis lain yang mendukung nilai susu juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad: “Allah senantiasa menurunkan penyakit beserta obatnya, maka minumlah oleh kalian susu sapi, karena ia makan dari berbagai tumbuhan.” (HR Ahmad). Hadis ini menekankan bahwa susu dapat menjadi obat alami karena kandungan tumbuhan yang dikonsumsinya.
Karena sifatnya yang bersifat tradisi dan simbolik, minum susu pada malam 1 Muharram tidak termasuk amalan wajib maupun sunah. Umat dapat melakukannya sebagai bentuk harapan dan doa, atau memilih untuk tidak melakukannya tanpa menimbulkan konsekuensi agama.
Jika seseorang memutuskan untuk mengamalkannya, penting untuk memahami makna di balik tradisi ini. Doa, harapan, dan semangat memulai tahun baru harus menjadi inti, bukan sekadar ritual. Momen 1 Muharram dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, melakukan muhasabah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Secara keseluruhan, tradisi minum susu putih pada malam 1 Muharram merupakan cara sederhana umat Islam menyambut tahun baru hijriah. Ia mengekspresikan harapan akan keberkahan, kesucian, dan kebaikan, sekaligus mengingatkan akan pentingnya introspeksi diri dan pemenuhan kebutuhan kesehatan melalui susu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
