Tren TikTok Makan Tanah Liat Mini Menimbulkan Risiko
Gambar atau konten salah?
Pada 18 April 2026, tren makanan ekstrem kembali viral di media sosial. Di TikTok, pengguna kini menampilkan pot kecil berisi tanah liat yang diberi taburan bumbu dan perasan jeruk nipis. Pot ini terlihat seperti camilan renyah, meski terbuat dari tanah.
TikTok menjadi panggung bagi berbagai tren kuliner, termasuk makanan yang terkesan aneh dan ekstrem. Banyak konten baru muncul dari berbagai negara, dan kini tren ini menambah daftar panjang.
Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh kreator Janeth Herrera. Ia mengaku mulai mengidam tanah ketika hamil. Dalam salah satu videonya, ia berkata, "Mari makan camilan malam," ujarnya dalam salah satu videonya di TikTok. Ia kemudian terlihat memakan pot tanah liat ukuran kecil. Video tersebut menampilkan pot kecil berukuran sekitar 5 cm, berwarna coklat gelap, dan diberi taburan paprika serta serbuk jeruk nipis.
Video tersebut ditonton jutaan kali dan memicu reaksi beragam. Beberapa netizen penasaran dan ingin mencoba, sementara yang lain menganggapnya aneh.
Permintaan pot tanah liat mini meningkat di platform toko online. Banyak penjual menambahkan produk ini ke katalog mereka, menanggapi tren yang sedang viral.
Menurut ahli gizi Amy Shapiro, keinginan mengonsumsi benda non-makanan seperti tanah disebut pica. Keinginan mencicipi benda non-makanan seperti tanah liat dikenal sebagai pica, yang terkadang terkait dengan kekurangan zat besi atau nutrisi lain, terutama selama kehamilan, jelasnya. Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan standar belum tentu mencerminkan kondisi nutrisi secara menyeluruh.
Dr. Alison Hermann, psikiater dari NewYork-Presbyterian dan Weill Cornell Medicine, menjelaskan bahwa praktik ini juga dikenal sebagai geofagia. Ada praktik budaya yang disebut geofagia, di mana konsumsi tanah atau tanah liat dipercaya memiliki manfaat kesehatan atau spiritual, ujarnya. Ia mengingatkan bahwa praktik tersebut tetap berisiko, terutama bagi ibu hamil. Meski mengandung mineral seperti kalsium atau zat besi, tanah liat bukan sumber nutrisi yang efektif, katanya.
Dr. Lauren Shawn, dokter toksikologi, menyoroti risiko keamanan produk tanah liat. Anda bergantung pada produsen tanah liat untuk memastikan produk bebas dari kontaminan berbahaya seperti logam berat atau pestisida, jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa konsumsi tanah liat dapat menimbulkan gangguan pencernaan, penyumbatan usus, dan kerusakan gigi.
Para ahli menyarankan agar pengguna TikTok tidak mengikuti tren ini tanpa pertimbangan medis. Risiko kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding manfaat yang belum terbukti secara ilmiah. Mereka menekankan pentingnya konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mencoba konsumsi tanah liat.
Tren makan pot tanah liat di TikTok menyoroti bagaimana konten viral dapat memicu perilaku yang berpotensi berbahaya. Meskipun ada klaim manfaat budaya, bukti ilmiah masih minim. Pengguna disarankan berhati-hati dan mencari nasihat medis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
