Trenggalek: Ribuan Kendaraan Balik ke Jakarta pada Puncak Lebaran
Gambar atau konten salah?
Puncak arus balik Lebaran 2026 di Trenggalek terjadi pada 24 Maret 2026. Ribuan kendaraan mengalir ke kota besar di Jawa Timur dan Jakarta.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, menilai volume kendaraan di jalan nasional Trenggalek‑Ponorogo dan Trenggalek‑Tulungagung meningkat sejak dua hari terakhir. “Puncak balik hari ini, tapi mulai kemarin sudah ramai dan sekarang sepertinya lebih ramai lagi. Kalau dari pantauan kami arus lalu lintas banyak yang mengarah ke Tulungagung,” ujarnya pada Selasa.
Menurutnya, mobil pribadi sebagian besar menuju Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto. “Selain itu banyak juga yang mengarah ke Tulungagung dengan tujuan ke Jakarta dan sekitarnya dengan melalui Tol Trans Jawa,” tambahnya. Peningkatan arus rata‑rata terjadi mulai sore hingga malam, karena banyak pemudik memanfaatkan waktu untuk menghindari terik matahari. Lonjakan lalu lintas muncul saat masa cuti bersama Lebaran berakhir.
Untuk mengurangi kepadatan, pihaknya menonaktifkan lampu merah Bendorejo di Kecamatan Pogalan dan mengatur lalu lintas secara manual di beberapa titik. “Kalau padat kami urai, seperti di simpang tiga Jarakan dan simpang empat Durenan. Simpul kepadatan di dalam kota juga kami lakukan pemantauan,” jelas AKP Sony. Ia menegaskan jalur utama Trenggalek‑Ponorogo dan Trenggalek‑Tulungagung tetap lancar tanpa gangguan berarti.
Di KM 16 Trenggalek‑Ponorogo, titik rawan longsor juga terpantau baik. Petugas menerapkan sistem buka tutup untuk meminimalisir risiko. “Tadi siang sempat ditutup sesaat saat terjadi hujan deras. Setelah reda dan kondisi aman dibuka kembali,” jelasnya.
Kasatlantas mengimbau masyarakat yang hendak balik ke kota untuk tetap berhati‑hati dan mematuhi aturan lalu lintas. “Jika lelah dan mengantuk silakan istirahat, jangan dipaksa,” sampaikan AKP Sony.
Arus balik Lebaran ini menandai perjalanan pulang warga Trenggalek menuju kota besar. Meskipun jumlah kendaraan tinggi, upaya pengaturan lalu lintas dan pemantauan titik rawan membantu menjaga kelancaran perjalanan. Puncak arus balik ini juga mencerminkan pola perjalanan tradisional selama musim liburan, di mana banyak orang memilih waktu sore hingga malam untuk menghindari panas matahari. Dengan langkah-langkah pengendalian yang diambil, keselamatan di jalan tetap menjadi prioritas utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Berita Terbaru
IHSG Turun 4,11% ke 5.941,06, Investor Fokus Rebalancing
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
