Trump Buka Selat Hormuz, Perdagangan Minyak Global Stabil

Dian P. · 2 min baca · 2 hari lalu · 14 dibaca
Bisik.id
Trump Buka Selat Hormuz, Perdagangan Minyak Global Stabil

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali pada 19 Juni 2026.

Keputusan ini muncul setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Sunday setempat.

Dengan perjanjian ini, konfrontasi bersenjata di wilayah tersebut dipastikan akan segera berakhir. Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia, sempat lumpuh total sejak 28 Februari 2026 ketika perang AS-Israel dengan Iran pecah.

Pengumuman Trump bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-80, yang jatuh pada 14 Juni 2026. Ia menilai kesepakatan ini mengembalikan arus kapal di selat tersebut ke kondisi normal.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menulis: “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya memberikan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya, dan pada saat yang sama, memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya,” dikutip pada Senin, 15 Juni 2026.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan. Trump menyindir para pendahulunya yang dianggap gagal menenangkan ketegangan dengan Iran.

Ia menulis lagi: “Para pemimpin di kawasan ini, untuk pertama kalinya, menemukan sosok presiden yang bisa membantu mereka mewujudkan perdamaian nyata. Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan hari Jumat besok untuk pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir ke kedua ujung kawasan, bahkan ke seluruh dunia!”

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump memperingatkan Iran bahwa AS dapat memulai kembali operasi militer atau bertindak sebagai pelindung Timur Tengah, asalkan mendapatkan 20% dari pendapatan kawasan tersebut. Tidak jelas kapan wawancara ini dilakukan, apakah sebelum atau sesudah pengumuman kesepakatan.

Dengan pembukaan Selat Hormuz, arus minyak global diperkirakan akan kembali stabil. Kesepakatan ini menandai langkah kecil menuju stabilitas di kawasan yang selama ini penuh ketegangan.

Presiden TrumpSelat HormuzKesepakatan Gencatan SenjataIranMinyak DuniaKeamananPerdamaian

Komentar

Memuat komentar...