Unhas Jalin Kerja Sama Korea untuk Riset Rumput Laut
Gambar atau konten salah?
Universitas Hasanuddin (Unhas) telah menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Solforto Co., Ltd., untuk memperkuat riset dan inovasi rumput laut. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan industri maritim Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk laut.
Pada hari Kamis, 16 April 2026, Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama perwakilan Korea Selatan, Bongsoo Lim, di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas. Acara tersebut menandai langkah awal kolaborasi yang melibatkan kedua institusi.
Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa rumput laut adalah komoditas strategis bagi negara. “Rumput laut memiliki potensi besar bagi masa depan Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya.
Kerja sama ini mencakup pengembangan riset, inovasi, dan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas, mutu hasil budidaya, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan riset, inovasi, dan teknologi yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Jamaluddin Jompa.
Bidang utama kerja sama meliputi pengembangan rumput laut berkelanjutan, ilmu akuakultur, dan bioteknologi kelautan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mutu hasil budidaya di Indonesia.
Jamaluddin Jompa menekankan perlunya sinergi seluruh pihak agar sektor ini menjadi lebih inovatif. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas rumput laut dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan rumput laut dunia,” imbuhnya.
Kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program mobilitas akademik. Program tersebut mencakup pertukaran mahasiswa untuk magang, pelatihan riset, serta pertukaran tenaga ahli antar kedua institusi.
Sementara itu, pihak Solforto Co., Ltd. menegaskan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah lama menjalin hubungan dalam pengembangan sektor perikanan. Mereka berharap kolaborasi ini dapat mendongkrak daya saing industri rumput laut Indonesia di level dunia.
Unhas juga menerima kunjungan National Institute of Fisheries Science (NIFS) Korea, yang merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui skema Official Development Assistance (ODA).
Rangkaian kegiatan ini digelar di Makassar dan Kabupaten Takalar. Unhas dipilih menjadi pusat pembelajaran pengembangan rumput laut yang berbasis pada riset dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi ini menandai langkah konkret bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas riset dan inovasi rumput laut, sekaligus memperkuat jaringan internasional di bidang maritim.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Daftar Isi Doa Rosario 6 Mei 2026: Renungan dan Pengharapan
Umat Katolik Renungkan Hati Tersuci Maria pada 13 Juni 2026
Sabtu 13 Juni 2026: Jadwal Piala Dunia & Cara Menonton
13 Juni 2026: 27 Dzulhijjah 1447 H, Dua Bulan Hijriah di Juni
Jadwal Puasa Muharram 2026: Tanggal dan Niat Penting
Tren Nama Kucing Berbasis Warna, 370+ Ide Unik Popular
Berita Terbaru
270 Personel Dishub & Polrestabes Lindungi CFD Palembang
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni
PT Pindad Siapkan Mobil Nasional di Subang Target 50.000
Indonesia vs Kamboja, Kejar Tempat Ketiga AFF U-19
Anker Rilis Soundcore Liberty 5 Pro: Earbuds AI Berkualitas
Bawaslu Buka Beasiswa PNS ke Universitas Indonesia 2026
Persidangan SEKBERTI 19: Fokus Operasi Pos Lintas Batas
Kunjungi Koperasi Merah Putih Sidoarjo, Tinjau Implementasi