Unitree Perkenalkan GD01 Mecha 2,7m, Bisa Dijalankan Manusia

Lia N. · 2 min baca · 21 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Unitree Perkenalkan GD01 Mecha 2,7m, Bisa Dijalankan Manusia

Gambar atau konten salah?

Unitree Robotics, perusahaan robot asal China, memperkenalkan GD01, robot mecha setinggi 2,7 meter yang dapat dikendarai manusia. Demo pertama menampilkan CEO Wang Xingxing masuk ke dalam mesin tersebut, memerintahkan lengan mekanisnya untuk menghancurkan dinding. Robot ini mampu berjalan dua kaki, serta dapat beralih ke empat kaki untuk menyesuaikan medan.

Reaksi publik di media sosial langsung mengalir. "Rasanya seperti menonton Transformers di kehidupan nyata," tulis seorang pengguna Weibo, sementara yang lain berkomentar, "Wow! Kita akhirnya memiliki Gundam sungguhan sekarang!" Seorang netizen di YouTube menambahkan, "Di sinilah saya, menyaksikan kedatangan era mecha," dan seorang yang lain menyatakan, "Baju zirah seperti di film Avatar kini menjadi nyata,". Seorang pengamat lainnya menegaskan, "China benar-benar surga bagi para insinyur,".

Harga GD01 mulai dari 3,9 juta yuan atau sekitar Rp 10 miliar. Harga ini masih dianggap tinggi, namun Unitree menilai bahwa angka tersebut hanyalah patokan awal. "Versi produksi akhir mungkin masih akan disesuaikan bergantung pada optimalisasi kinerja," kata Huang Jiawei, staf pemasaran Unitree. Ia menambahkan bahwa meski perusahaan mampu memproduksi skala besar, pengurangan biaya dan peningkatan fungsi masih memerlukan waktu.

Menurut Huang, "Skenario penerapan produk-produk Unitree pada dasarnya ditujukan untuk mengubah cara kita bekerja. Sebagai contoh, robot-robot kami dapat digunakan di lingkungan yang berisiko tinggi dan ekstrem,". Ia menekankan potensi penggunaan di area berbahaya, misalnya dalam operasi penyelamatan atau inspeksi fasilitas industri.

Seorang peneliti di Technology and Strategy Research Institute bernama Chen Jing melihat GD01 sebagai bukti China melewati ambang batas kecerdasan buatan berwujud fisik. "Ini bukan lagi sekadar mesin proof-of-concept yang terbatas di laboratorium, melainkan produk dengan label harga dan peta jalan komersialisasi jelas," jelasnya. Namun ia juga menyoroti keterbatasan praktis, "Namun kelemahannya terutama berkaitan kegunaan di dunia nyata, termasuk kesulitan untuk masuk dan keluar dari mesin, masalah daya tahan baterai, kenyamanan terbatas, ketidakpastian regulasi, dan kompleksitas perawatan,".

Menurut Lukas Ziegler, evangelist robotika terkemuka di Eropa, "Perusahaan China menyumbang hampir 90% penjualan robot humanoid global di 2025. Unitree sendiri mengirim lebih dari 5.500 robot humanoid tahun lalu. Negara Barat memang tengah membangun robot humanoid luar biasa. Namun China membangunnya lebih cepat, lebih murah, dan pada skala yang tak bisa ditandingi siapa pun,". Ia menilai bahwa keunggulan China terletak pada kecepatan, biaya, dan skala produksi.

Meski masih dalam tahap awal, GD01 diprediksi dapat berperan di berbagai bidang. Potensi penggunaan di taman hiburan, produksi film, dan operasi penyelamatan menjadi contoh nyata. Robot ini juga dapat menjadi alat edukasi dan hiburan imersif bagi generasi muda.

Secara keseluruhan, GD01 menandai langkah penting dalam transisi robotika dari konsep laboratorium ke aplikasi nyata. Meskipun masih ada tantangan teknis dan regulasi, kehadiran robot mecha ini membuka peluang bagi industri dan masyarakat untuk melihat fiksi ilmiah menjadi kenyataan dalam skala yang lebih luas.

Unitree RoboticsGD01Robot MechaChinaRobot HumanoidHarga 10 MiliarAplikasi Industri

Komentar

Memuat komentar...