Vasektomi: Tidak Mengurangi Ereksi atau Libido Pria

Putri N. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Vasektomi: Tidak Mengurangi Ereksi atau Libido Pria

Gambar atau konten salah?

Di media sosial, banyak orang membahas vasektomi, prosedur kontrasepsi bagi pria. Banyak yang khawatir vasektomi akan mengurangi kejantanan atau menghilangkan gairah seksual.

Vasektomi adalah operasi pengendalian kelahiran yang memotong saluran sperma (vas deferens). Dengan memotong saluran ini, air mani tidak lagi mengandung sel sperma, namun komponen lain tetap utuh.

Dr. Nur Rasyid, SpU, urologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa proses ereksi dan vasektomi berada pada jalur tubuh yang berbeda. Ia mengatakan, “Kamu bayangkan saraf itu seperti aliran listrik, sementara vasektomi itu seperti kita menutup aliran air.”

Menurutnya, sistem saraf pria berfungsi seperti aliran listrik, sedangkan saluran sperma adalah pipa air. Vasektomi hanya menutup pipa air, tidak memengaruhi aliran listrik yang dibutuhkan untuk ereksi. Saraf otak, saraf panggul, dan organ penis tetap bekerja normal karena tidak ada bagian saraf yang disentuh selama operasi.

Dr. Nur Rasyid juga menegaskan bahwa libido, atau gairah seksual, diatur oleh hormon testosteron yang diproduksi di testis. Hormon ini disalurkan melalui darah, bukan melalui saluran sperma. “Hormon testosteron itu dihasilkan di testis, tetapi disalurkan melalui darah. Jadi lewat jalurnya darah. Jadi tidak terpengaruh oleh saluran spermatozoa yang ditutup,” tegasnya.

Air mani yang keluar setelah vasektomi terlihat dan terasa normal, namun tidak mengandung sel sperma. Perubahan ini hanya dapat terdeteksi melalui tes laboratorium; secara visual tidak ada perbedaan.

Kesimpulannya, vasektomi tidak memengaruhi fungsi saraf, ereksi, atau gairah seksual. Prosedur ini hanya memutuskan aliran sperma, sementara hormon dan sistem saraf tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Dengan pemahaman ini, beberapa pria dapat merasa lebih tenang memikirkan pilihan kontrasepsi ini.

VasektomiKontrasepsi priaEreksiGairah seksualHormon testosteronSaluran spermaSistem saraf

Komentar

Memuat komentar...