Video Penjual Makanan India: Menyiram Kentang dengan Kaki
Gambar atau konten salah?
Video seorang penjual makanan di Ghaziabad, India, kembali menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat mencuci kentang dengan menggunakan kakinya, sambil tetap memakai sandal. Aksi ini membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan menimbulkan pertanyaan tentang kebersihan proses pengolahan makanan.
Video tersebut diambil di kawasan Loni, DLF Ankur Vihar, tempat yang cukup populer dan sering dikunjungi pembeli. Karena popularitasnya, penonton diharapkan dapat melihat proses pengolahan makanan secara langsung. Namun, apa yang terjadi di sana justru mengejutkan banyak orang.
Pria itu menjual aloo tikki, camilan khas India Utara berupa perkedel kentang rebus yang dibumbui rempah, dicampur kacang polong, lalu digoreng hingga garing. Setelah video tersebut menyebar luas, reaksi warganet pun bermunculan. Banyak yang mengaku jijik dan mempertanyakan kebersihan makanan yang dijual. Tidak sedikit juga yang merasa lebih berhati-hati saat membeli jajanan di luar.
“Wow, higienitas yang luar biasa,” sindir seorang warganet. “Jika Anda merasa jijik dengan ini, kunjungi pabrik pembuatan acar. Setelah itu, Anda tidak akan pernah makan acar lagi,” kata warganet lain soal praktik jorok penjual makanan di India. Seorang warganet juga menyahut, “Standar kebersihan makanan kaki lima seperti ini, saya bahkan tidak sanggup menonton video lengkapnya.”
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan. Terutama bagi makanan yang dijual langsung ke banyak orang, cara pengolahan yang higienis sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan.
Di India, kejadian serupa juga pernah viral. Penjual pani puri terlihat meracik saus di dalam panci besar dengan tangan kosong. Karena pancinya cukup dalam, 3/4 lengannya sampai masuk ke dalam panci tersebut. Bumbu kacang yang berada di wadah sebelahnya juga diaduk dengan tangan yang sama. Ia juga menghancurkan kentang hanya pakai tangan.
Video ini dipublikasikan pada 24 Maret 2024. Setelah menyebar, banyak orang menyoroti pentingnya standar kebersihan yang ketat di pedagang kaki lima. Praktik tidak higienis seperti ini dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Penjual harus mematuhi standar kebersihan yang ditetapkan untuk melindungi pelanggan.
Reaksi publik menegaskan bahwa konsumen kini lebih sadar akan kebersihan makanan. Mereka menuntut penjual untuk menjaga higienitas, sehingga makanan yang dijual tetap aman dan layak dikonsumsi. Kejadian ini menjadi contoh penting bagi pedagang makanan di seluruh dunia untuk memperhatikan praktik kebersihan dalam setiap tahap pengolahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
16 Juni 2026 Libur 1 Muharam 1448 H, Tahun Baru Islam
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Beberapa Daerah Jawa Tengah
Jerman Unggul, Pantai Gading Siap Tantang Pada 21 Juni
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Pasca Piala Dunia 2026
JELI IPO 07 Juli 2026: Pasar Modal Rendah, IPO Langka
Blokade Selat Hormuz Berakhir, Trump dan Iran Tandatangani
Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
