Virus Hanta Tercuat di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Virus Hanta Tercuat di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

Gambar atau konten salah?

Wabah virus Hanta dilaporkan terjadi di kapal pesiar mewah MV Hondius milik Oceanwide Expeditions. Insiden ini membuat lebih dari 100 penumpang terjebak di tengah perjalanan setelah sejumlah kasus infeksi terdeteksi, termasuk korban meninggal dunia.

World Health Organization (WHO) mengungkap kronologi awal kejadian tersebut. Laporan pertama diterima pada 02 Mei 2026 terkait kematian penumpang dengan gejala gangguan pernapasan berat. Kapal diketahui mengangkut total 147 orang, terdiri dari penumpang dan awak.

Hingga 04 Mei 2026, tercatat 7 kasus yang berkaitan dengan virus Hanta. Rinciannya, 2 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan 5 lainnya masih berstatus suspek. Dari total tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 1 pasien dalam kondisi kritis, dan 3 lainnya mengalami gejala ringan.

Gejala pertama kali muncul dalam rentang 06 April 2026 hingga 28 April 2026. Pasien awalnya mengalami demam dan gangguan pencernaan, yang kemudian berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga syok.

Investigasi lanjutan masih berlangsung. Wabah ini ditangani melalui respons internasional terkoordinasi, termasuk investigasi mendalam, isolasi dan perawatan pasien, evakuasi medis, serta pemeriksaan laboratorium, sorot WHO dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (05 Mei 2026).

WHO menjelaskan, penularan virus Hanta pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini tergolong jarang, namun berpotensi fatal. Dalam kasus tertentu, penularan antar manusia juga pernah dilaporkan, terutama pada jenis virus Andes. Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran ke populasi global masih rendah. Namun, pemantauan terhadap perkembangan situasi epidemiologis terus dilakukan.

Kasus pertama dialami seorang pria yang mulai menunjukkan gejala pada 06 April dan meninggal pada 11 April setelah kondisinya memburuk. Kasus kedua merupakan perempuan yang merupakan kontak erat, meninggal pada 26 April dan terkonfirmasi positif melalui PCR. Kasus ketiga saat ini masih dirawat di ICU di Afrika Selatan setelah mengalami pneumonia berat. Sementara kasus keempat meninggal dunia pada 02 Mei setelah mengalami gejala serupa. Tiga kasus lainnya masih berstatus suspek dan berada di atas kapal.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menyatakan pasien dalam kondisi kritis tengah mendapat penanganan intensif. Pasien sedang ditangani. Pasien sedang ditangani. Seperti virus lainnya, hantavirus tidak memiliki pengobatan khusus, sehingga yang diberikan adalah perawatan suportif dan penanganan gejala, ujarnya. Ia menambahkan, seluruh pihak yang pernah melakukan kontak dengan pasien akan ditelusuri dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Goverment Inggris juga telah berkoordinasi melalui jalur konsuler untuk membantu keluarga pasien. Tim disiagakan di sejumlah negara, termasuk Inggris, Afrika Selatan, Spanyol, dan Portugal.

Sementara itu, pihak Oceanwide Expeditions tengah mempertimbangkan opsi pelabuhan tujuan, seperti Las Palmas atau Tenerife, untuk menurunkan penumpang dan melakukan pemeriksaan medis lanjutan. Seorang penumpang menyebut proses evakuasi tengah disiapkan. Setelah tiba, tiga orang akan dievakuasi dan diterbangkan ke Eropa. Sisanya kemungkinan besar akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, ujarnya. Namun, otoritas Cape Verde dilaporkan tidak mengizinkan penumpang turun guna mencegah risiko penularan ke masyarakat setempat.

Wabah ini menyoroti pentingnya koordinasi internasional dalam menanggapi penyakit menular. Meskipun risiko penyebaran global masih terbilang rendah, upaya pemantauan dan penanganan yang cepat tetap menjadi prioritas. Penanganan pasien yang kritis dan evakuasi medis menunjukkan bahwa langkah-langkah pencegahan dapat meminimalkan dampak lebih lanjut.

Virus HantaKapal MV HondiusOceanwide ExpeditionsWHOEvakuasi MedisAfrika SelatanCape Verde

Komentar

Memuat komentar...