VW Prediksi Penjualan Mobil Bensin Turun 97% pada 2035
Gambar atau konten salah?
Di tengah pergeseran global menuju kendaraan listrik, Volkswagen (VW) mengumumkan prediksi bahwa penjualan mobil bensin akan menurun drastis dalam satu dekade ke depan. Martin Sander, anggota Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual VW, menegaskan bahwa “dunia memang mengarahkan industri untuk beralih dari mobil bensin ke mobil listrik.”
Menurut Sander, tren ini tidak hanya didorong oleh teknologi, tetapi juga oleh kebijakan yang semakin menekan kendaraan berbahan bakar fosil. Ia menilai bahwa “Penjualan mobil bensin hanya akan tersisa tiga, empat atau lima persen pada 2035.”
Ia menggambarkan masa depan mobil listrik dengan perbandingan yang kuat: “Ketika mobil listrik sudah mendominasi jalan raya, maka mobil bensin terlihat seperti kereta kuda di abad 20-an. Kendaraan non‑elektrik terlihat seperti kuno alias ketinggalan zaman.”
Namun, Sander tidak menyukai cara dunia menegakkan transisi ini. Ia mengkritik fokus pada larangan penjualan mobil bensin, lebih memilih memperkuat infrastruktur. “Inilah mengapa saya membenci diskusi tentang larangan mobil ICE (mesin pembakaran internal),” ujarnya.
Ia menambahkan, “Semua orang hanya berbicara tentang larangan ICE. Bagaimana Anda meyakinkan pelanggan tentang teknologi baru jika Anda hanya berbicara tentang 'kapan mobil bensin tak boleh lagi dijual', kendaraan yang telah ada sejak beberapa dekade terakhir.”
Untuk memudahkan adopsi, Sander menekankan tiga hal penting: infrastruktur pengisian daya, komunikasi positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan pertimbangan harga energi. “Mari kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk benar-benar meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya; bicarakan secara positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin lakukan sesuatu terkait harga energi,” katanya.
Di pusat Volkswagen di Singapura, para pemimpin industri menilai bahwa perubahan menuju kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan pergeseran struktural yang akan memengaruhi pasar global dalam dekade mendatang. Dengan regulasi yang semakin ketat dan penurunan dukungan untuk kendaraan konvensional, masa depan mobil bensin tampak semakin sempit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Wuling Huajing S: SUV hybrid premium di Kuala Lumpur
Suzuki Fronx Sport Diperkenalkan di Negeri Jiran Baru
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
Pajak Tahunan Fortuner vs Pajero Sport Jakarta 2026
Berita Terbaru
Jadwal Salat Denpasar 12 Juni 2026: Waktu Subuh 05:09
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
Piala Dunia 2026: Belanda Siap Menjadi Juara di Format Baru
