Warga Cimahi Datang Pagi ke Disdukcapil, IKD Aktif PPDB 2026
Gambar atau konten salah?
Desi Arisanti, 35 tahun, menunggu panggilan di gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. Tujuannya satu: mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
IKD kini menjadi syarat bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anak ke sekolah pada PPDB 2026. Karena itu, banyak orang tua yang berbondong-bondong datang ke gerai Disdukcapil di MPP Cimahi.
Aktivasi IKD penting untuk mempercepat verifikasi data kependudukan, seperti kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK). Proses ini juga mencegah pemalsuan dokumen dan memudahkan akses ke layanan pendaftaran sekolah.
“Iya mau aktivasi IKD, soalnya kan anak mau lanjut sekolah dari SMP ke SMKN 2 Cimahi. Nah salah satu syaratnya itu IKD harus aktif, makanya saya ke MPP,” kata Desi saat ditemui, Selasa 26 Mei 2026.
Desi mengaku sudah menyiapkan semua persyaratan pendaftaran anaknya ke SMKN 2 Cimahi. Ia menambahkan, “Beruntung, proses aktivasi IKD di Disdukcapil tak perlu lama sehingga bisa langsung ke sekolah yang dituju.”
“Kalau persyaratan lain sudah lengkap, tinggal IKD ini. Jadi kalau selesainya cepat mau langsung ke sekolahnya tanya-tanya soal pendaftaran dan konsultasi jurusan buat anak,” tambahnya.
Sementara itu, Chaeruddin Djoeharie, Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Cimahi, menjelaskan bahwa permohonan aktivasi IKD meningkat drastis tahun ini karena menjadi syarat PPDB.
“Kalau di hari biasa, sehari itu paling hanya 50 yang datang buat aktivasi. Sudah seminggu ini pemohon melonjak drastis, sehari bisa sampai 200 sampai 300 pemohon yang datang,” kata Chaeruddin.
Chaeruddin mengingatkan warga yang ingin mengajukan aktivasi IKD tinggal datang ke gerai pelayanan Disdukcapil Kota Cimahi. Pelayanan dibuka dari pukul 08.00-16.00 WIB setiap harinya. Namun pemohon diimbau tetap datang pada pagi hari.
“Langsung saja datang ke MPP Kota Cimahi, langsung mendaftar dan dilayani. Beresnya enggak sampe sehari, paling 30 menit juga sudah selesai. Lebih enak pagi, prosesnya juga kan tidak terlalu lama,” ujar Chaeruddin.
Dengan proses yang cepat dan layanan yang terbuka, warga Cimahi dapat segera memenuhi persyaratan penting untuk pendidikan anak mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
