Workshop Tempe Kartini 2026: Sejarah, Nutrisi, Bisnis
Gambar atau konten salah?
Perubahan gaya hidup menuju pola makan sehat dan berkelanjutan membuat banyak orang kembali mengapresiasi bahan pangan lokal. Di tengah tren ini, tempe muncul sebagai salah satu superfood yang kaya nutrisi dan sekaligus menawarkan peluang bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.
Hari Kartini, yang jatuh pada 21 April 2026, menjadi momen yang tepat untuk menelusuri nilai warisan kuliner ini. Semangat Kartini, yang identik dengan keberanian dan inovasi, sejalan dengan evolusi tempe dari makanan sederhana menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global.
Workshop Tempe Spesial Hari Kartini akan diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026 pukul 10.00 hingga 12.00 di nextdoor by Pantry Magic. Acara ini dirancang untuk memberi peserta pemahaman menyeluruh tentang tempe, mulai dari sejarah, nutrisi, hingga potensi bisnis.
Dr. Ir. Wida Winarno akan memimpin sesi ini. Ia akan membahas sejarah tempe, kandungan nutrisinya sebagai Raja Protein Nabati, serta bagaimana persepsi dunia internasional terhadap tempe terus berkembang. Materi yang disampaikan mencakup aspek budaya, tren konsumsi global, meningkatnya minat terhadap protein nabati, dan posisi tempe di pasar internasional.
Workshop tidak hanya teoritis. Peserta akan mengikuti sesi praktik langsung pembuatan tempe dari awal. Setiap tahapan proses produksi akan dijelaskan secara detail, sehingga peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pengalaman praktis ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana tempe dapat dihasilkan dengan kualitas baik. Sebagai bagian dari pengalaman menyeluruh, peserta juga akan menikmati sesi mencicipi hidangan tradisional, seperti Sambal Tumpang dan Tempe Garit. Melalui sesi ini, peserta dapat melihat bagaimana tempe dapat diolah menjadi berbagai menu yang memiliki nilai jual sekaligus mempertahankan cita rasa khas Indonesia.
Konsep workshop ini interaktif, dengan jumlah peserta terbatas. Setiap peserta mendapat kesempatan belajar secara lebih fokus dan mendapatkan pengalaman maksimal. Dengan struktur yang terarah, peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat dalam praktik nyata.
Daftar kelas dapat dilakukan sebelum ketinggalan. Peserta diharapkan mendaftar secepatnya untuk memastikan tempat karena kuota terbatas.
Workshop ini menegaskan bahwa tempe, sebagai produk pangan tradisional, memiliki potensi besar dalam industri kuliner modern. Melalui pemahaman sejarah, nutrisi, dan praktik produksi, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan tempe sebagai bahan baku inovatif dalam bisnis makanan sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
Sithole Blunder dan Kartu Merah, Afrika Selatan Kalah 0‑2
SIM Keliling Bali: Badung, Klungkung, Tabanan Layanan Baru
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0, 3 Kartu Merah
Feng Shui 12 Juni 2026: Manfaatkan Energi Api untuk Keberuntungan
Numerologi 12 Juni 2026: Angka Universal 1 dan Energi Hari Ini
Primbon Jawa: Pasaran Wage 12 Juni 2026 – Tips & Makna
Tarot Harian 12 Juni 2026: Hanged Man, Ace of Cups & Ten of Swords
Zodiak Pisces: Hari 12 Juni 2026, Rasa Lembut dan Reflektif
Zodiak Scorpio 12 Juni 2026: Hari Penuh Kesempatan dan Keseimbangan
