Yamazaki Baking Lunch Pack Ramen Iekei, Rasa Tak Autentik
Gambar atau konten salah?
Yamazaki Baking telah meluncurkan varian terbaru Lunch Pack dengan isi ramen Iekei, kolaborasi keempat dengan Yoshimuraya, kedai legendaris yang pertama kali membuka gerai di Yokohama pada tahun 1974.
Ramen Iekei dikenal dengan kuah tonkotsu shoyu, perpaduan kaldu tulang babi dan kecap asin, serta mie tebal lurus. Lunch Pack hadir sebagai roti sandwich praktis yang menampilkan mie ramen dalam bentuk isian. Produk ini mulai dijual pada 1 Mei 2024 dan akan berakhir pada 31 Juni 2024 di wilayah Kanto, Nagano, dan sebagian Shizuoka.
Penampilan luar sandwich terlihat seperti roti tawar biasa. Namun, ketika dibelah, isian menampilkan mie tebal dengan saus kental berwarna cokelat. Warna dan konsistensi saus membuat banyak orang mengira kuah ramen tonkotsu shoyu yang gurih dan creamy.
Setelah dicicipi, kenyataannya kuah tidak menyerupai ramen Iekei. Rasa dominan lebih menyerupai saus teriyaki manis daripada kuah ramen kaya umami. Aroma minyak ayam atau chiyu, ciri khas ramen Iekei, hampir tidak terasa. Bagi penggemar berat ramen, produk ini dianggap mengecewakan karena tidak mampu menghadirkan rasa autentik yang diharapkan.
Namun, sandwich ini tidak sepenuhnya buruk. Tekstur roti tetap gurih, dan isian mie memberikan sensasi yang cukup nikmat sebagai camilan praktis. Sensasinya lebih mirip roti gurih dengan isian mie daripada semangkuk ramen sungguhan.
Yamazaki Baking sebelumnya pernah merilis kolaborasi serupa pada tahun 2016, 2019, dan 2021. Setiap edisi mencoba menghadirkan kombinasi unik antara roti dan isian yang tidak biasa. Ramen Iekei menjadi salah satu pilihan yang paling menarik bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Walaupun sandwich ini tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi penggemar ramen, ia tetap menarik bagi orang yang belum pernah mencoba ramen Iekei. Rasa manis saus teriyaki dan tekstur mie yang tebal memberikan pengalaman baru bagi pecinta sandwich.
Secara keseluruhan, Lunch Pack dengan isi ramen Iekei menunjukkan bahwa kolaborasi antara roti dan makanan tradisional dapat menghasilkan produk yang unik, meskipun tidak selalu memenuhi standar rasa asli.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gemblong Viral: 5 Varian Terbaru di Jakarta dan Jawa Barat
Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
Cecina vs Biltong: Duel Kuliner di Piala Dunia 2026
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara
Rekor Dunia: Andre Ortolf Minum 1 Kg Madu dalam 1 Menit
Indomie Goreng Cabe Ijo Kembali, Jumbo, dan Jangkau Nasional
Berita Terbaru
BookCabin Fair 2026: Promo Tiket & Cashback di Surabaya
Jembatan Kaca Bromo Resmi Operasi, Sewa Lima Tahun
Zaki Ubaidillah Raih Kemenangan di Australian Open 2026
Chandra Asri dan UNTIRTA Luncurkan Program Jejak Asri
Delegasi Kamboja Kunjungi Gianyar, Pelajari Pengelolaan Sampah
DJBC Berhentikan Penyelundupan 8,26 Juta Rokok di Merak