Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam

Tika M. · 2 min baca · 3 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam

Gambar atau konten salah?

Air zamzam adalah air suci yang selalu diambil oleh jutaan jemaah dari seluruh dunia yang melakukan umrah maupun haji ke Tanah Suci. Air ini berasal dari sumur yang terletak di kawasan Masjidil Haram, tepatnya sebelah tenggara Ka'bah. Sumur ini memiliki kedalaman 42 meter dan berada di bawah permukaan tanah sekitar 10,6 kaki.

Menurut riwayat, sumur tersebut pertama kali ditemukan oleh Siti Hajar ketika ia berlari bolak‑bolak antara Bukit Shafa dan Marwah saat putranya, Nabi Ismail AS, kehausan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, disebutkan keutamaan air zamzam. Nabi SAW bersabda: “Salatlah kamu di tempat orang pilihan dan minumlah dari minuman orang baik,” ketika ditanya, “Apa minuman orang baik?” Rasulullah SAW menjawab, “Air zamzam.” (HR al‑Azraqy)

Bagaimana air zamzam bisa terus mengalir meski dipompa secara terus menerus? Penjelasan matematisnya cukup sederhana. Jika sumur dipompa selama 24 jam tanpa henti dengan tingkat sedotan 8 ribu liter per detik, maka permukaan air akan turun hingga 44 kaki di bawah permukaan tanah. Namun begitu pompa berhenti, permukaan sumur akan segera kembali ke 13 kaki di bawah permukaan tanah dalam waktu 11 menit. Dalam 24 jam, total 690 juta liter air zamzam dipompa, namun sumurnya terisi kembali hanya dalam 11 menit.

Menurut penjelasan, ada dua mukjizat yang terjadi di balik fenomena ini. Pertama, sumur zamzam terisi kembali dengan sangat cepat. Kedua, Allah SWT memiliki kontrol absolut yang menjaga agar sumur tidak terisi berlebihan. Jika tidak terkontrol, luapan air zamzam yang begitu besar dapat membuat bumi tenggelam.

Seorang profesor geologi dan sumber daya air di Institut Penelitian Afrika, Abbas Sharaqi, menambahkan bahwa air zamzam tidak pernah habis karena ia merupakan air yang dapat diperbarui. Ia berkata, “Tidak habisnya air dalam geologi berarti bahwa air tersebut adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah dapat diperbarui, seperti yang ada di sumur zamzam,” ujarnya. Air zamzam bersumber dari hujan yang terjadi di Makkah, sehingga dapat diperbarui. Ia juga menjelaskan perbedaan dengan gurun barat Mesir, yang memiliki reservoir seperti Batu Pasir Nubia di oasis. Reservoir tersebut tidak dapat diperbarui.

Sharaqi menambahkan, “Makkah adalah daerah pegunungan sehingga salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di daerah dataran rendah,” lanjutnya. Dengan demikian, sistem hidrologi di Makkah memungkinkan air zamzam terus terisi dari hujan yang jatuh di wilayah pegunungan tersebut.

Air zamzam tetap menjadi sumber kepercayaan dan keajaiban bagi umat Islam. Keberadaannya yang tak pernah habis, meski dipompa dalam jumlah besar, menegaskan bahwa air ini memiliki karakteristik unik yang tidak dapat dijelaskan secara sederhana. Fenomena ini juga mengingatkan tentang pentingnya sumber daya alam yang dapat diperbarui dan bagaimana manusia dapat memanfaatkan teknologi sambil tetap menghormati nilai spiritual yang melekat pada air suci ini.

Air ZamzamSumur ZamzamHidrologi MakkahKeajaiban AlamSumber Daya AirPembaharuan AirIslam

Komentar

Memuat komentar...