Zhazha Beraksi Tanggapi Kontroversi Rok Pendek Reaksi
Gambar atau konten salah?
Zhazha, host turnamen game, menjadi sorotan setelah kritik memuji penampilannya yang memakai rok pendek saat siaran langsung kompetisi Naraka: Bladepoint Pro League (NBPL) Spring 2026. Penampilan ini memicu perdebatan di media sosial. Beberapa penonton menilai pakaian terlalu terbuka dan tidak sesuai dengan acara esports, sementara yang lain menganggap kritik tersebut berlebihan.
Di antara komentar tajam, muncul tuduhan bahwa Zhazha sengaja berpakaian seperti itu untuk menarik perhatian. Ada pula yang mengaitkan penampilannya dengan standar industri hiburan yang dianggap mengeksploitasi perempuan. Isu ini meluas ke topik male gaze, standar ganda antara host pria dan wanita, serta profesionalisme di dunia esports.
Menanggapi hujatan tersebut, Zhazha mengangkat bicara lewat media sosial. Ia menegaskan bahwa outfit yang dikenakannya adalah pilihan pribadi, bukan arahan dari penyelenggara. Menurutnya, pakaian tersebut dipilih karena terlihat lebih baik di kamera dan sesuai dengan gaya yang diinginkan.
Namun yang paling mengejutkan adalah respons Zhazha di siaran berikutnya. Alih‑alih tampil serupa, ia muncul dengan penampilan ekstrem: mengenakan outfit serba hitam yang menutup seluruh tubuh, lengkap dengan cat hitam di wajah dan bagian tubuh yang terlihat. Tidak ada satu pun bagian kulit yang terbuka. Penampilan ini disebut Zhazha sebagai bentuk sindiran atau satire terhadap komentar-komentar yang menyerangnya. Ia seolah “mengabulkan” keinginan netizen dengan cara paling ekstrem. Aksi ini langsung viral dan memancing reaksi luas dari warganet.
Banyak yang memuji langkah Zhazha sebagai respons cerdas dan berani. Mereka menilai ia berhasil mengendalikan narasi tanpa harus terlibat perdebatan panjang. Dukungan pun mengalir, terutama dari mereka yang melihat isu ini sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan hak individu dalam berpakaian.
Di sisi lain, kritik juga muncul. Sejumlah netizen internasional menyoroti penggunaan cat hitam di wajah yang dianggap sensitif dan berpotensi menyinggung dalam konteks budaya tertentu, demikian dilansir dari Boredpanda.
Foto: Boredpanda
Foto: Boredpanda
Kontroversi ini menyoroti bagaimana penampilan host dalam esports dapat memicu perdebatan tentang norma berpakaian dan gender. Respons Zhazha menambah kompleksitas diskusi, menampilkan dinamika antara kebebasan berekspresi dan persepsi publik. Peristiwa ini mengingatkan bahwa dunia esports, meski berkembang pesat, masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kreativitas individu dengan ekspektasi sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas PUBG Indonesia Lolos ke ENC 2026
Team Falcons ID di Ujung Tanduk di MWI 2026
Pengembang Game Keluhkan 55.000 Pengembalian Dana di Steam
Game Sepak Bola 4v4 dari Karakter Free Fire Hadir di Android
3 Tim Indonesia Berlaga di EWC 2026 Free Fire Hari Ini
Grand Theft Auto PS2 Masih Populer hingga Kini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
