1 Jemaah Sidoarjo Meninggal di Makkah, 2.709 Berangkat Haji

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
1 Jemaah Sidoarjo Meninggal di Makkah, 2.709 Berangkat Haji

Gambar atau konten salah?

Jemaah haji asal Kabupaten Sidoarjo yang menunaikan ibadah musim 1447 H/2026 M telah menyelesaikan semua rukun haji di Tanah Suci. Sekarang, ribuan peserta bersiap kembali ke Indonesia melalui Embarkasi Surabaya.

Namun, di tengah pelaksanaan ibadah tahun ini, satu jemaah dari Sidoarjo dilaporkan meninggal di Makkah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Erliana, mengungkapkan bahwa total jemaah haji yang berangkat pada musim ini mencapai 2.709 orang.

Awalnya, rencana keberangkatan jemaah Sidoarjo dibagi menjadi 11 kloter. Setelah mempertimbangkan mutasi masuk dan keluar serta penambahan cadangan, jumlah riil yang berangkat menjadi 2.709 jemaah yang tersebar dalam 18 kloter, kata Erliana pada 01 Juni 2026.

Kloter-kloter yang melibatkan jemaah Sidoarjo antara lain 20, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 68, 71, dan 116 Embarkasi Surabaya, serta beberapa kloter lainnya setelah penyesuaian keberangkatan.

Satu jemaah yang wafat adalah Tarni Talikah Kastamun (66), anggota Kloter SUB 55. Menurut Erliana, kondisi kesehatan Tarni mulai menurun sejak berada di Madinah. “Sampai di Madinah, memang kondisinya menurun dan sempat dirawat di rumah sakit. Setelah membaik, beliau kembali ke hotel dan terus dipantau oleh tim kesehatan,” jelas Erliana.

Tim kesehatan melakukan beberapa kali kunjungan karena Tarni sempat tidak nafsu makan. Pemeriksaan terakhir menunjukkan kondisi stabil, sehingga ia tetap diberangkatkan ke Makkah bersama Kloter SUB 55 sesuai jadwal pergeseran.

Setibanya di hotel di Makkah, Tarni ditemukan tertidur dan sulit dibangunkan. Tim medis memutuskan merujuknya ke King Faisal Hospital Makkah. Setelah pemeriksaan, ia dinyatakan wafat pada 15 Mei 2026 pukul 00.51 waktu setempat, ujar Erliana.

Meski terjadi satu kematian, pelaksanaan ibadah haji jemaah Sidoarjo secara umum berjalan lancar. Para jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia secara bertahap sesuai jadwal pemulangan masing-masing kloter.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kantor Kemenag terus berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan proses pemulangan seluruh jemaah berlangsung aman dan lancar.

Keberhasilan perjalanan ini menegaskan pentingnya koordinasi antara lembaga pemerintah dan pihak penyelenggara. Sementara itu, kehilangan satu jemaah menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pemantauan kesehatan yang intensif selama ibadah haji.

Jemaah haji SidoarjoTarni Talikah KastamunKloter SUB 55Embarkasi SurabayaKing Faisal HospitalPemantauan kesehatan hajiPPIH

Komentar

Memuat komentar...