Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia

Yanto K. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia

Gambar atau konten salah?

Fenomena sandwich generation masih menjadi kenyataan bagi banyak keluarga di Indonesia. Istilah ini merujuk pada kelompok usia produktif yang harus menanggung kebutuhan finansial tidak hanya untuk diri sendiri dan anak-anak, tetapi juga untuk orang tua yang sudah lanjut usia. Beban ini semakin terasa ketika kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan biaya hidup terus meningkat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 82,96% rumah tangga yang memiliki anggota lansia masih bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja. Angka ini mengonfirmasi bahwa peran pencari nafkah utama sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Indonesia sendiri kini telah memasuki fase ageing population, di mana proporsi penduduk berusia lanjut semakin besar. Tanpa persiapan finansial yang matang sejak usia produktif, tekanan ekonomi dalam keluarga bisa semakin berat.

Di sisi lain, biaya pendidikan juga terus meroket. Menurut publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari BPS, rata-rata biaya pendidikan per tahun ajaran untuk jenjang pendidikan tinggi mencapai sekitar Rp19,01 juta. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan jenjang pendidikan yang lebih rendah. Sementara itu, proporsi pengeluaran kesehatan terhadap total pengeluaran rumah tangga juga meningkat, mencapai 2,54% pada tahun 2025. BPS, dalam Profil Statistik Kesehatan 2025, mencatat bahwa biaya kesehatan yang tidak direncanakan bisa menjadi beban berat, terutama jika kebutuhan medis muncul secara mendadak.

Bagi sandwich generation, kombinasi antara biaya pendidikan yang tinggi dan risiko kesehatan yang tak terduga membuat satu sumber penghasilan harus mampu menopang berbagai kebutuhan secara bersamaan. Situasi ini menuntut perencanaan keuangan yang lebih hati-hati.

Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, menjelaskan bahwa tantangan terbesar bagi kelompok ini adalah besarnya tanggung jawab yang melekat pada penghasilan mereka. "Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga. Karena itu, membangun fondasi finansial sejak usia produktif menjadi semakin penting agar berbagai rencana kehidupan tetap dapat berjalan," ujar Gatot dalam siaran pers pada Selasa, 21 Juli 2026.

Untuk membangun fondasi finansial yang kokoh, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sejak usia produktif:

  • Menyiapkan dana darurat yang cukup untuk menutupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan.
  • Memiliki perlindungan jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan risiko yang dihadapi.
  • Melengkapi perencanaan jangka panjang melalui investasi dan dana pensiun.

Kombinasi dari langkah-langkah ini diharapkan bisa menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial di masa depan.

Gatot menambahkan, "Fenomena sandwich generation harus disikapi dengan bijak. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap tahap kehidupan dipersiapkan dengan baik. Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka tidak hanya membantu melindungi keluarga hari ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap mandiri secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa harus mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya."

IFG Life, yang merupakan anggota IFG—BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi—terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Perusahaan ini juga menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan. Melalui komitmen Protecting Life's Progress, IFG Life percaya bahwa perlindungan bukan hanya membantu menghadapi risiko tak terduga, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan rencana hidup dan mendukung ketahanan finansial lintas generasi.

Fenomena sandwich generation menunjukkan betapa pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Tanpa persiapan yang matang, beban finansial bisa terus bertumpuk dan bahkan diwariskan ke generasi berikutnya. Dengan membangun fondasi yang kuat, setiap generasi bisa saling mendukung tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi keluarga.

sandwich generationbeban finansialperencanaan keuanganusia produktifbiaya pendidikanbiaya kesehatandana darurat

Komentar

Memuat komentar...