1 Muharram 1448: Tahun Islam, Hari Penuh Doa dan Refleksi
Gambar atau konten salah?
1 Muharram 1448 Hijriah menandai pergantian tahun Islam yang dipenuhi harapan dan penyesuaian diri. Bagi banyak muslim, hari ini bukan sekadar angka baru dalam kalender, melainkan momentum untuk memohon ampunan, memperbaiki amalan, dan menyusun niat‑niat baru kepada Allah SWT. Praktik yang paling sering dilaksanakan adalah puasa sunah, zikir, dan doa, yang semuanya bertujuan menambah keberkahan serta memohon perlindungan di tahun yang akan datang.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Namun, dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak waktu Maghrib. Sehingga, malam Tahun Baru Islam sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 15 Juni 2026 setelah matahari terbenam.
Bulan Muḥarram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk berdoa, berzikir, beristighfar, dan melakukan muhasabah diri. Pergantian tahun baru Hijriah menjadi ajang refleksi atas perjalanan hidup selama setahun terakhir serta permohonan pertolongan Allah agar tahun yang akan datang dipenuhi keberkahan.
Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan pada 1 Muharram 1448 Hijriah. Daftar doa ini diambil dari buku Doa & Dzikir Sepanjang Tahun karya H Hamdan Hamedan M A. Setiap doa dilengkapi dengan bacaan Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
1. Bacaan Doa 1 Muharram
Arabic: اللَّهُمَّ أُدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ وَجَوَازِ مِنَ الشَّيْطَانِ
Latin: Allaahumma adkhilhu 'alainaa bil amni wal iimaani was- salaamati wal islaami wa ridhwaanin minar rahmaani wa jawaazin minas-syaithaani.
Terjemahan: Ya Allah, masukkan kami ke dalamnya dengan aman, iman, selamat, dan Islam. Dan anugerahkan kami rida dari Ar‑Rahman (Allah), serta jauhkanlah kami dari setan.
2. Doa Awal Tahun Hijriah
Arabic: اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيمِ وَكَرِيمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ. وَهَذَا عَامُ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانَِوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَارَةِ بِالسُّوْءِ وَالاسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin: Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa kariimi juudikal mu'awwal. Wa haadza 'aamun jadiidun qad aqbala. As-alukal 'ishmata fiihi minas- syaithaani wa auliyaa-ih, wal 'auna 'alaa haadzihin nafsil ammaarati bis-suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam.
Terjemahan: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
3. Doa Menyambut 1 Muharram
Arabic: اللَّهُمَّ أَنتَ الْأَبَدِيُّ الْإِلَهُ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُوْدِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامُ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْأَعْمَالِ وَالْإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا وَأَسْتَكْفِيكَ مُؤْنَتَهَا وَشُغْلَهَا فِي عَافِيَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا
Latin: Allaahumma antal abadiyyul ilahul qadiimul awwalu, wa 'alaa fadhlikal 'aziimi wa kariimi juudikal 'amiimil mu'awwalu, wa hadzaa 'aamun jadiidun qad aqbala, as-alukal 'ishmata fiihi minas-syaithaani wa awliyaa-ihi, wal 'awna 'alaa hazihin nafsil ammaarati bis-suu-i wal a'maali, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfa, yaa dzal jalaali wal ikraam. As-aluka min khairihaa wa a-'uudzu bika min syarrihaa wa astakfiika mu'natahaa wa syuglahaa fii 'aafiyatiin bi-rahmatika yaa arhamar raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliima.
Terjemahan: Ya Allah, Engkau zat yang Maha Abadi, yang menjadi Tuhan, yang Maha Qadim, yang Maha Awal. Sesuatu yang menjadi andalan manusia hanyalah anugerah-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia. Ini tahun baru telah tiba. Dalamnya aku memohon penjagaan kepada-Mu dari setan dan kekasih‑kekasihnya, memohon pertolongan atas nafsu amarah yang memerintahkan keburukan dan berbagai amal jelek, dan memohon tersibukkan diri dengan aktivitas yang dapat lebih mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat‑dekatnya, wahai Zat Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Aku memohon kepadamu dari baiknya tahun ini, memohon perlindungan-Mu dari buruknya tahun ini. Aku memohon kecukupan dari biayanya dan kesibukannya dalam kesehatan dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih dari sekian kekasih. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan keselamatan yang sempurna kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
4. Doa Tawasul Ismul A'zham Asmaul Husna
Arabic: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَ لَكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: bi-annaka antallaahul ahadus shamadu, alladzii lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
Terjemahan: Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwasanya Engkau adalah Allah Yang Maha Esa, Yang Bergantung pada-Nya segala sesuatu yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.
Hadis yang menyebutkan doa ini berbunyi: “Sungguh dia telah meminta kepada Allah dengan nama‑Nya yang Agung, yang apabila diminta dengan menyebut‑Nya, pasti akan diberi dan apabila berdoa dengan menyebut‑Nya pasti akan dikabulkan.” (HR Ibnu Majah No 3.857)
5. Doa Tobat Nabi Adam
Arabic: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَسِرِينَ
Latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam tagfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.
Terjemahan: Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. (QS Al‑A'raf [7]: 23)
6. Doa Tobat Nabi Yunus
Arabic: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحْنَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّلِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Terjemahan: Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim. (QS Al‑Anbiya' [21]: 87)
Selain doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir, khususnya sayyidul istighfar. Rasulullah bersabda: “Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhari No 6.306)
Sayyidul Istighfar
Arabic: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ
Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A-'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Terjemahan: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah Menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji‑Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada- Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.
Dengan mengamalkan doa dan dzikir ini, umat Islam berharap dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih, jiwa yang lebih dekat kepada Allah, dan tekad untuk meneladani contoh Nabi serta meneguhkan iman. Praktik ini tidak hanya menambah keberkahan, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dan memupuk kesadaran akan tanggung jawab pribadi dalam menjalani kehidupan sehari‑harinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
