10 Taman Surabaya Rusak Pasca Surabaya Vaganza 2026
Gambar atau konten salah?
Sejumlah taman di Kota Surabaya dilaporkan rusak setelah acara Surabaya Vaganza 2026 berakhir. Video yang menunjukkan penonton menimpa rumput taman menjadi viral di media sosial. Acara berlangsung pada Sabtu, 16 Maret 2026 malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, mengakui kerusakan tersebut. Ia menyebut ada 10 titik taman yang terkena dampak. “Ada 10 titik taman ya. Lokasi tersebut memang dilalui jalur Surabaya Vaganza. Tapi taman rusak itu tidak rusak semua, ada sebagian, karena memang antusias masyarakat kan cukup tinggi,” ujarnya.
Fikser menjelaskan bahwa kerusakan terutama terjadi di area rumput. Namun, pihak DLH sudah mulai membersihkan taman setelah acara selesai. “Lalu tadi pagi sampai sore hari ini, alhamdulillah 10 titik lokasi itu sudah diperbaiki semua oleh teman‑teman Satgas Taman ya,” tambahnya.
Bagian paling parah berada di Alun‑alun Surabaya. Fikser menyebut titik tersebut menjadi finish line acara sehingga dipadati penonton. Ia menambahkan, “Tingginya antusias penonton membuat banyak warga ingin menonton dari dekat. Padahal dari pihak DLH sendiri telah memasang tali pembatas di sejumlah area taman tersebut.”
Meski demikian, kerusakan tidak sepenuhnya parah. Beberapa taman memang sudah waktunya diperbaiki. “Jadi ini kami tadi benahi semua, jadi kita sudah tanam dengan jenis tanaman yang baru, yang bagus. Sekalian kita tata beberapa taman kita juga,” jawabnya.
Untuk menghindari kejadian serupa, DLH akan memperkuat sosialisasi tentang pentingnya menjaga taman kota. Selain itu, DLH akan mengevaluasi penggunaan pembatas agar tetap aman tanpa mengganggu mobilitas warga saat acara. Fikser mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik, karena fasilitas tersebut milik bersama dan digunakan bersama‑sama. “Karena kalau semua diharapkan pemerintah untuk yang tegur, melarang, kita kan juga ada keterbatasan ya. Terus kalau kita memasang barrier yang lebih kuat, nanti juga justru di bawah itu warga ketika bergerak bisa saling kejepit,” pungkasnya.
Dengan perbaikan yang sudah dilakukan, taman di Surabaya kembali dapat dinikmati. Namun, pelajaran tentang perlunya batasan dan kesadaran publik tetap menjadi hal penting bagi penyelenggaraan acara publik di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Berita Terbaru
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
