11 Siswa Kolaka Keracunan Makanan MBG, Bisa Pulang

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
11 Siswa Kolaka Keracunan Makanan MBG, Bisa Pulang

Gambar atau konten salah?

Di Kolaka, 11 siswa SD Negeri 3 Watubangga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilarikan ke puskesmas setelah mengalami keracunan. Siswa-siswa tersebut melaporkan sakit perut dan muntah setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden terjadi pada Sabtu (09 Mei 2026) siang di sekolah yang terletak di Kecamatan Watubangga. Para siswa datang ke puskesmas dengan berbagai keluhan: mual, lemas, sakit perut, dan muntah. Mung, kepala puskesmas, menyatakan, “Iya ada 11 siswa yang diobservasi. Mereka datang dengan keluhan yang hampir sama.”

Mung menambahkan bahwa pihaknya sudah mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia menjelaskan, “Masih dugaan keracunan makanan. Sampelnya sudah kami ambil dan sekarang masih disimpan.”

Seluruh siswa masih dalam pemantauan tim medis untuk memastikan kondisi mereka stabil. Sejauh ini, kondisi para siswa disebut mulai membaik setelah mendapat penanganan. Mung berkata, “Anak‑anak masih kami observasi. Kondisinya berangsur membaik.”

Satu orang tua siswa bernama Anto mengungkapkan bahwa anaknya sempat menjalani perawatan sebelum diperbolehkan pulang. Ia menyebut kejadian itu terjadi tidak lama setelah para siswa menyantap makanan MBG. “Anak saya tadi sempat diinfus, tapi sekarang sudah pulang karena sudah membaik,” ungkapnya.

Anto juga mengatakan para siswa sempat mengeluhkan aroma tidak biasa pada menu ayam goreng yang disajikan. Menu MBG saat itu terdiri dari ayam goreng, anggur, dan tumis sayur pepaya. “Katanya ayamnya agak bau. Setelah makan, anak‑anak mulai mengeluh sakit perut dan muntah,” jelasnya.

Di tingkat pelayanan gizi, Hendriawan Yusuf dan Maharanny Puspaningrum belum memberikan respons terkait kejadian tersebut. Mereka berdua adalah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga dan Koordinator SPPG Regional Sultra.

Keracunan makanan di sekolah biasanya memerlukan investigasi menyeluruh terhadap rantai pasokan dan penyimpanan. Dalam kasus ini, puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan. Sementara itu, para siswa dipantau secara ketat, dan kondisi mereka secara bertahap menunjukkan perbaikan. Pihak sekolah dan puskesmas berkoordinasi untuk memastikan tidak ada siswa lain yang terpengaruh. Dengan langkah observasi dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan.

keracunan makanansiswa SDpuskesmasMakanan Bergizi GratisKolakaayam goreng bausampel makanan

Komentar

Memuat komentar...