117 Kambing Dam Haji Boyolali Disembelih di RPH Ampel
Gambar atau konten salah?
Ratusan kambing dam jemaah haji Boyolali disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Ampel, Boyolali. Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, 117 ekor kambing dipotong di RPH Ampel. Penyembelihan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mandiri, Boyolali.
“Ini pesertanya ada 117 jemaah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Penyembelihan dan Pendistribusian Dam KBIHU Mandiri, Sapta Sembada, di tengah pelaksanaan penyembelihan hewan dam jemaah haji di RPH Ampel.
Sapta menjelaskan bahwa sesuai regulasi pemerintah, jemaah haji dapat membayar dam di tanah air maupun di Arab Saudi. Pilihan tersebut sepenuhnya menjadi kebebasan jemaah. “Tidak (semua jemaah haji KBIHU Mandiri membayar dam di tanah air). Ya sebagian ada di sini, ada sebagian yang masih memilih di Tanah Suci,” ujarnya. “Dan karena amanat regulasi, memang kita tidak menekankan jemaah harus bagaimana, semuanya menjadi pilihan jemaah. Di sini ada 117 yang memilih untuk dilaksanakan penyembelihan di tanah air,” tambahnya.
Jumlah 117 ekor kambing dam jemaah haji disembelih di RPH Ampel pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Dagingnya akan didistribusikan ke fakir miskin di wilayah domisili sekitar jemaah. “Pendistribusian (daging) nanti kita arahkan ke wilayah domisili sekitar jemaah dan semuanya dialokasikan untuk fakir miskin. Setidaknya saat ini sudah ada 825 penerima dan itu bisa berkembang tergantung pada jumlah packing yang bisa dihasilkan dari hewan nanti,” kata Sapta.
Daging dam jemaah haji tersebut akan dibagikan kepada 825 masyarakat penerima di wilayah Kecamatan Boyolali, Musuk, Tamansari, Selo, Ampel, Gladagsari, Wonosegoro, Andong, Nogosari, dan Simo.
Menjelaskan pengadaan kambing dam, Sapta mengungkapkan kerja sama dengan peternakan kambing di Ampel, Boyolali. Peternakan tersebut dinilai memiliki manajemen bagus. “Mengambil hewan kami dari mitra, dari satu peternakan yang memiliki manajemen bagus. Karena memang standar operating prosedur (SOP) kami, meliputi ketentuan syar'i, kesehatan hewan, kemudian perawatan hewan. Sehingga ada satu mitra dari Bhinneka Farm yang kita pilih untuk menjadi penyedia hewan tersebut,” jelasnya.
Sauman, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, menyatakan bahwa kementerian telah mengeluarkan edaran terkait skema penyembelihan hewan dam jemaah haji. Mulai tahun 2026, penyembelihan hewan dam boleh dilaksanakan di tanah air. “Untuk diketahui, pembayaran dam merupakan kewajiban bagi jemaah yang mengambil opsi haji tamattu. Yaitu melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu baru kemudian haji. Jemaah haji saat ini bisa memilih dalam pembayaran dam tersebut, bisa di Arab Saudi maupun di tanah air,” kata Sauman di lokasi yang sama.
Dijelaskan Sauman, total ada 387 jemaah haji asal Boyolali yang memanfaatkan regulasi baru ini dengan melaksanakan dam di tanah air. Mereka berasal dari 2 KBIHU, yaitu KBIHU Al Kautsar dan KBIHU Mandiri. KBIHU Al Kautsar melakukan penyembelihan hewan dam pada Kamis, 28 Mei, kemarin sebanyak 270 ekor kambing. Penyembelihan dilaksanakan di 6 titik, yaitu di RPH Ampel, kemudian di Cepogo, Boyolali, Mojosongo, Teras dan Banyudono. Kemudian Jumat, 29 Mei, dari KBIHU Mandiri, sebanyak 117 ekor kambing dam disembelih di RPH Ampel. “Yang lainnya di Arab Saudi. Karena ada dua skema, boleh disembelih di Arab Saudi, boleh disembelih di Tanah Air,” jelas Sauman.
Hewan dam bisa kambing atau sapi. Jika sapi, maka satu sapi untuk 7 orang. Sedangkan 1 kambing untuk satu jemaah. Distribusi daging dam tersebut akan diberikan ke warga sekitar jemaah haji yang bersangkutan.
Sementara itu Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Agus Pramudi Rahardjo, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk penyembelihan dam haji di RPH Ampel. Ia menegaskan bahwa RPH Ampel merupakan RPH tipe A yang memiliki sejumlah kelengkapan. “Disini lengkap, sudah ada ruang transit hewan. Sudah ada pendingin cepat ABF (Air Blast Freezer) kapasitas 4 ton. kemudian cold storage, kemudian ada cold storage juga kapasitas 3 ton. Ada Juleha, juru sembelih halal bersertifikat 4 orang, dan dokter hewan untuk pengawasan,” kata Rahardjo.
Menurut data yang dikumpulkan pada musim haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah RI melakukan pendataan lebih terstruktur terkait pembayaran dam jemaah Indonesia. Jemaah diberi pilihan untuk menunaikan dam di Arab Saudi, di Indonesia, atau menggantinya dengan puasa sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi jemaah yang memilih menunaikan dam di Tanah Suci, pelaksanaannya dilakukan melalui Adahi Project. Sedangkan pembayaran dam di Indonesia dapat dilakukan melalui lembaga amil zakat resmi atau ditunaikan secara mandiri (dil/ams).
Dengan adanya regulasi baru, jemaah haji Boyolali dapat memilih lokasi penyembelihan dam sesuai kenyamanan dan kebutuhan. Penyembelihan di tanah air juga memungkinkan distribusi daging dam kepada masyarakat setempat, meningkatkan manfaat sosial bagi fakir miskin di wilayah Boyolali. Proses ini diatur dengan standar operasional yang ketat, meliputi syar'i, kesehatan hewan, dan perawatan hewan, sehingga daging yang didistribusikan aman dan layak konsumsi. Penyediaan fasilitas di RPH Ampel, seperti pendingin cepat dan cold storage, memastikan kualitas daging tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerima. Keseluruhan kegiatan ini mencerminkan upaya pemerintah dan lembaga terkait untuk mempermudah pelaksanaan ibadah haji sambil memperhatikan aspek sosial dan kesehatan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
