1.198 Jemaah Malang Kembali Dari Haji 2026, Tertib, Efisien
Gambar atau konten salah?
Ribuan jemaah haji dari Kota Malang tiba di Lapangan Ki Angmor pada akhir minggu Juni 2026. Mereka dibagi menjadi enam kloter penerbangan, masing‑masing membawa cerita dan harapan.
Jadwal kedatangan dimulai pada 02 Juni 2026 dengan kloter keempat. 13 jamaah mendarat lebih awal, sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah itu, kloter kesepuluh membawa 43 jamaah datang pada 03 Juni 2026 sekitar pukul 10.25 WIB.
Hari puncak kedatangan terjadi pada 04 Juni 2026. Lapangan dipadati oleh keluarga penjemput saat kloter kesebelas (375 jamaah), kloter kedua belas (374 jamaah), kloter keempat belas (17 jamaah), dan dua jamaah tambahan dari kloter keempat belas lainnya. Rombongan ini mulai tiba pada pukul 12.30 WIB, sementara kloter ketiga dan keempat belas tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
Secara keseluruhan, 1.198 jemaah haji asal Kota Malang kembali dari Tanah Suci. Ada sedikit pergeseran jadwal untuk kloter ketiga belas, yang berisi 374 jamaah, akibat kendala penerbangan.
"Karena delay kedatangan kloter 13 jadi terlambat," ungkap Ari Yulianto, humas Kantor Kementerian Agama Kota Malang, kepada wartawan pada sore hari Kamis.
Ia menambahkan bahwa kebijakan operasional haji tahun 2026 menekankan efisiensi waktu. "Jadi tidak ada seremoni yang lama. Koper juga harus diambil pada hari yang sama," tambahnya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan jamaah yang sudah lelah setelah perjalanan jauh.
Dalam hal kesehatan, mayoritas jamaah kembali dalam keadaan sehat walafiat. Namun, dua jemaah haji, Fajar Puja Sasmita dan Fatkhurohman, melaporkan meninggal di Makkah karena sakit. Jenazah keduanya telah dimakamkan di sana.
Di antara ribuan jemaah yang kembali, seorang remaja berusia 16 tahun, Haidar Fattah Rizqy Santoso, mencuri perhatian. Ia menjadi jamaah haji termuda dari Kota Malang untuk musim keberangkatan 2026.
Haidar terbang ke Baitullah bersama ibunya, May Syaroh Buchori, menggantikan porsi ayahnya, almarhum Dwi Santoso, yang wafat pada 2025. Perjalanan spiritual ini memberi pelajaran hidup mendalam bagi Haidar, terutama saat menjalani fase krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Ia mengakui diuji kesabarannya saat harus menunggu di barisan toilet bersama jutaan jamaah, melempar jumroh, dan bertahan di tenda Mina dengan fasilitas terbatas. Momen paling menggetarkan adalah ketika ia menuntaskan amanah untuk orang tuanya.
"Alhamdulillah saya bisa menunaikan ibadah Haji. Selama di sana saya banyak mendapat pelajaran, terutama ketika puncak Haji di Armuzna," ucap Haidar dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan kedatangan ribuan jemaah, penyesuaian jadwal, perhatian terhadap kesehatan, dan partisipasi generasi muda menandai musim haji 2026 di Kota Malang. Prosesnya menegaskan pentingnya efisiensi operasional dan kesiapan emosional bagi para jamaah yang kembali ke tanah air.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Slamet Santoso, Pemuda Banyuwangi, Menjadi Pemain Pro di Polandia
Garuda Muda Kemenangan 3‑0 di Piala AFF U‑19, Kedua Grup A
Malam 1 Muharram: Doa, Zikir, dan Refleksi Tahun Baru Islam
PENS Dorong Perguruan Tinggi Jadi Solver Masalah Sosial
PPDB Kota Malang: Proses Tetap, Zonasi Radius Lurus
Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Dilarikan ke Puskesmas Karena MBG
Berita Terbaru
BKK Palembang Tegakkan Skrining Kesehatan Jemaah Haji
Raffi Ahmad: Deepfake Merusak Reputasi, Panggil Waspada
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
40 Titik Panas Terpantau di Muratara, Risiko Karhutla Tinggi
Komisi XIII DPR Susun Kesepakatan Penyelesaian Agraria Padang
1 Muharram Jadi Hari Libur Nasional 2026 Tanpa Cuti Bersama
Slamet Santoso, Pemuda Banyuwangi, Menjadi Pemain Pro di Polandia
