13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah, Hari Penuh Berkah Sehari
Gambar atau konten salah?
Hari Rabu, 13 Mei 2026, jatuh pada tanggal 25 Dzulqa'dah 1447 H. Tanggal ini sering dicari oleh umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah dan mengenali hari penting dalam kalender Islam.
Perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi terletak pada metode penghitungan. Kalender Hijriah bersifat lunar, di mana satu tahun terdiri dari 12 bulan yang masing‑masing berjumlah 29 atau 30 hari, tergantung pada pengamatan hilal. Sementara kalender Masehi bersifat solar, dengan satu tahun 365 hari, ditambah satu hari setiap empat tahun (tahun kabisat). Akibatnya, satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan satu tahun Masehi, sehingga tanggal Hijriah bergerak mundur setiap tahun dalam kalender Masehi.
Berikut adalah konversi tanggal Hijriah untuk bulan Mei 2026, yang disusun berdasarkan data dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap baris menunjukkan tanggal Masehi dan padanan Hijriah pada hari tersebut.
- 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
- 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
- 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
- 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
- 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
- 18 Mei 2026: 1 Dzulhijjah 1447 H
- 19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447 H
- 20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H
- 21 Mei 2026: 4 Dzulhijjah 1447 H
- 22 Mei 2026: 5 Dzulhijjah 1447 H
- 23 Mei 2026: 6 Dzulhijjah 1447 H
- 24 Mei 2026: 7 Dzulhijjah 1447 H
- 25 Mei 2026: 8 Dzulhijjah 1447 H
- 26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447 H
- 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
- 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
- 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
- 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
- 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H
Kalender ini menunjukkan bahwa bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, umat Islam berada di puncak bulan Dzulqa'dah, yang dikenal sebagai bulan haram. Bulan ini penuh dengan amalan sunnah yang dianjurkan, dan berikut beberapa di antaranya.
Mandi Sunnah dan Berwudhu
Di hari pertama bulan Dzulqa'dah, disarankan untuk mandi sunnah dengan niat khusus. Mandi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual, menandai kebersihan hati dan tubuh sebelum melaksanakan ibadah.
Shalat Sunnah Empat Rakaat
Setiap rakaat shalat sunnah ini dilengkapi dengan bacaan tertentu: setelah Al‑Faatihah, bacalah surat Al‑Ikhlas tiga kali, surat An‑Naas tiga kali, dan surat Al‑Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, bacalah Istighfar sebanyak tujuh puluh kali. Kemudian bacalah doa berikut:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi. Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”
Selanjutnya bacalah doa berikut:
يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ. Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”
Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah
Puasa pada tanggal 25 Dzulqa'dah memiliki nilai spiritual yang tinggi. Seorang ulama pernah menceritakan, “Suatu ketika, aku bersama ayahku—keterikatan itu masih kecil—kita makan malam di dekat makam Imam Ali ar‑Ridha. Malam itu adalah malam tanggal 25 Dzulqa'dah, kemudian ayahku berkata, ‘Malam 25 Dzulqa'dah adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. Malam ini adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Barang siapa berpuasa pada hari ini, maka nilainya sama dengan berpuasa 60 bulan.’”
Qiyamul Lail pada 25 Dzulqa'dah
Menurut beberapa ahli hadits, malam tanggal 25 Dzulqa'dah juga dikenal sebagai malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Malam ini dianggap mulia karena merupakan malam turunannya rahmat Allah. Siapa pun yang bangun malam untuk beribadah akan memperoleh pahala yang tidak terhingga.
Konversi tanggal ini membantu umat Islam dalam merencanakan ibadah, seperti menyiapkan puasa, shalat sunnah, atau berdoa pada hari yang penuh berkah. Mengetahui bahwa 13 Mei 2026 adalah 25 Dzulqa'dah 1447 H memberi panduan praktis bagi yang ingin mengikuti amalan sunnah yang dianjurkan. Dengan memahami perbedaan kalender, umat dapat menyesuaikan jadwal ibadah mereka, menjaga konsistensi, dan menghargai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
