16 Biksu Thudong dari Candi Sima ke Candi Sewu, Perjalanan
Gambar atau konten salah?
Di Jepara, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakata Hadiningrat, Paku Buwana XIV Mangkubumi, GKR Koes Moertiyah Wandansari, dan Gusti Moeng bersama-sama menandai pemberangkatan 16 biksu thudong di Candi Sima, Desa Blingoh, Donorojo. Biksu‑biksu ini akan menempuh perjalanan kaki menuju Candi Sewu di Klaten.
Upacara pelepasan dimulai di pelataran Candi Sima pada pukul 08.00 WIB. Enam belas biksu sudah duduk bersila di panggung, menunggu sambutan. Acara dibuka oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dan dilanjutkan oleh Pengageng Sasana Wilapa Kraton Surakata Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari. Kehadiran Bregada Candra Kalimasada Kodim 0719 Jepara dan Bregada Sura Praja Jepara menambah semarak suasana.
Para biksu akan memulai perjalanan thudong pada 20 Mei 2026 dan diperkirakan tiba di Candi Sewu Klaten pada 31 Mei 2026. Rencana perjalanan meliputi beberapa pos singgah di berbagai kota dan desa, serta acara keagamaan di beberapa tempat.
Menurut panitia, Romo Winoto menjelaskan bahwa 16 biksu akan didampingi oleh panitia dan relawan. “Rencana biksu thudong ada 16 orang, sampai Semarang ditambah 1 orang. Panitia dan relawan sekitar 30 orang dan relawan 40 orang. Jadi total 70 orang,” jelasnya.
Romo Winoto menambahkan, “para biksu thudong itu akan singgah di pos 1 di Bangsri dan menginap semalam.” Selanjutnya, “pos kedua di Kelenteng Kota Jepara. Yang berikutnya pos singgah di Kelenteng Welahan,” ujarnya.
Perjalanan berikutnya melintasi Semarang, dengan pos singgah di Kelenteng Demak, Wihara Mahabodi Semarang, dan Wihara Gunung Kalong. “Pos singgah Kelenteng Demak, Wihara Mahabodi Semarang. Terus dilanjutkan lagi Wihara Gunung Kalong,” jelasnya.
Di Salatiga, biksu‑biksu akan menghadiri sejumlah acara dan menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga. “Rencananya belasan biksu ini juga akan mengikuti sejumlah acara di Salatiga. Mereka rencananya akan menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga,” tambah Romo Winoto. “Kemudian di Salatiga kita singgah di Wihara menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga,” jelasnya.
Setelah itu, perjalanan melanjutkan ke Boyolali dan Klaten. “Selanjutnya kita menuju Candi Plaosan. Kita menginap. Paginya kita gabung dengan panitia Waisak Candi Sewu Klaten,” pungkas Romo Winoto. Pos singgah lainnya termasuk Ampel Boyolali dan Vihara Bodhivamsa Klaten.
Acara ini menandai persiapan bagi biksu‑biksu yang akan merayakan Waisak di Candi Sewu Klaten. Perjalanan thudong ini menampilkan komitmen spiritual dan solidaritas antar komunitas keagamaan di wilayah Jawa Tengah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
