18 Mei 2026: Mulai Puasa Dzulhijjah 1447 H di Indonesia

Nita W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
18 Mei 2026: Mulai Puasa Dzulhijjah 1447 H di Indonesia

Gambar atau konten salah?

1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan penetapan ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 1‑10 Dzulhijjah.

Menurut laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam deretan bulan haram (mulia). Allah SWT mengisyaratkan keempat bulan haram dalam Al‑Qur’an sebagaimana firman-Nya dalam surah At‑Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Berikut adalah niat puasa 1‑7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Niat ini disusun dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan artinya.

  • 1‑7 Dzulhijjah
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ.”
  • Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ.”
  • Arafah (9 Dzulhijjah)
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ.”
  • Senin
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ
    Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ.”
  • Kamis
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ
    Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ.”
  • Ayyamul Bidh
    Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ
    Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari‑hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ.”

Berikut jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2026 berdasarkan penetapan pemerintah:

  • Puasa 1‑7 Dzulhijjah: 18‑24 Mei 2026
  • Puasa Tarwiyah/8 Dzulhijjah: 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah/9 Dzulhijjah: 26 Mei 2026
  • Puasa Senin: 18 dan 25 Mei, 1, 8, 5 Juni 2026
  • Puasa Kamis: 21 Mei, 4 dan 11 Juni 2026
  • Puasa Ayyamul Bidh: 31 Mei dan 1 Juni 2026

Berikut beberapa cara yang disarankan untuk mempersiapkan diri agar kuat menjalankan puasa Dzulhijjah:

  • Menata niat dengan ikhlas
  • Menjaga pola makan sahur dengan makanan bergizi
  • Memperbanyak minum air putih saat sahur
  • Menyesuaikan waktu istirahat agar tubuh tetap bugar
  • Menurunkan aktivitas fisik yang terlalu berat di siang hari
  • Memperbanyak ibadah seperti membaca Al‑Qur’an dan berzikir

Dengan mengikuti jadwal dan tips tersebut, umat dapat menjalankan puasa Dzulhijjah dengan lebih mudah dan penuh kesungguhan. Puasa bulan haram ini menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dzulhijjahpuasa sunnahbulan haramMUItarwiyaharafahniat puasa

Komentar

Memuat komentar...