19 Mei: Tiga Peringatan – Veteran, IBD, Dokter Keluarga
Gambar atau konten salah?
Setiap tanggal di kalender memiliki makna tersendiri bagi banyak orang di seluruh dunia. Pada 19 Mei 2026, misalnya, akan diingatkan beberapa peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di Indonesia, Hari Korps Cacat Veteran Indonesia diperingati setiap tanggal 19 Mei. Hari ini dirayakan untuk menghormati para veteran pejuang bangsa yang mengalami cacat fisik akibat perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Peringatan ini berasal dari pembentukan Pusat Pendidikan Korps Penyandang Cacat di Yogyakarta pada 1949, yang kemudian diikuti oleh Pusat Rehabilitasi Solo yang memiliki keahlian khusus dalam penanganan penyandang cacat. Pada 18 Mei 1950, dibentuk Ikatan Invaliden Indonesia sebagai wadah perjuangan bersama, dan pada 1959 nama organisasi tersebut berubah menjadi Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI). KCVRI berperan memperjuangkan hak dan kesejahteraan veteran penyandang cacat. Saat ini, KCVRI telah dilebur ke dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) agar perjuangan dan pembinaan veteran dapat berjalan lebih terpadu.
Di tingkat global, Hari IBD Sedunia juga diperingati pada 19 Mei. Hari ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD). IBD merupakan sekelompok penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Dua jenis IBD yang paling umum ialah kolitis ulseratif, yang menyerang usus besar, dan penyakit Crohn, yang dapat menyerang bagian mana pun dari saluran pencernaan. Gejala IBD sering meliputi diare, sakit perut, kelelahan, pendarahan dubur, dan penurunan berat badan. Meskipun umumnya tidak bersifat fatal, penyakit ini dapat memicu komplikasi kesehatan serius yang berpotensi membahayakan nyawa. Penyebab pasti IBD masih belum sepenuhnya diketahui, namun penelitian menunjukkan kemungkinan keterkaitan dengan reaksi sistem imun, faktor genetik, keturunan, serta lingkungan dan gaya hidup seseorang. Sebagian besar penderita IBD didiagnosis sebelum usia 30 tahun, meski ada juga yang baru mengetahuinya saat berusia 50 hingga 60 tahun. Hari IBD Sedunia pertama kali diperingati pada 2010 atas inisiatif European Federation of Crohn's and Ulcerative Colitis Associations (EFCCA).
Hari Dokter Keluarga Sedunia juga dirayakan pada 19 Mei. Peringatan ini menyoroti peran penting dokter keluarga dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dokter keluarga dikenal memberikan perawatan yang menyeluruh, berkelanjutan, dan lebih dekat dengan kondisi pasien. Gagasan penghormatan terhadap profesi dokter bermula pada tahun 1933 di Georgia, Amerika Serikat, diprakarsai oleh Eudora Brown Almond, istri dari Dr. Charles B. Almond, untuk menghormati dedikasi dan jasa para dokter. Pada tahun berikutnya, tepatnya 1934, peringatan Hari Dokter mulai diterapkan secara resmi oleh Aliansi Medis Negara Bagian Georgia. Peringatan itu kemudian berkembang menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi dokter dalam dunia kesehatan. Hari Dokter Keluarga Sedunia secara khusus baru dideklarasikan pada 2010 oleh World Organization of Family Doctors (WONCA). Peringatan ini bertujuan memberikan pengakuan kepada dokter keluarga di seluruh dunia atas perannya dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Dengan tiga peringatan penting pada tanggal 19 Mei, kita dapat melihat bagaimana satu hari dapat memuat beragam makna: penghormatan kepada veteran yang telah berjuang, kesadaran akan penyakit serius yang mempengaruhi pencernaan, dan apresiasi terhadap profesional kesehatan yang merawat keluarga. Setiap peringatan menekankan pentingnya solidaritas, kesadaran, dan penghargaan terhadap jasa dan perjuangan yang telah dilakukan. Melalui peringatan ini, masyarakat dapat lebih memahami sejarah, tantangan kesehatan, dan nilai-nilai profesional yang mendukung kehidupan sehari‑hari. Dengan demikian, 19 Mei menjadi hari yang penuh makna bagi banyak orang di Indonesia dan di seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Berita Terbaru
Garuda Atur Jadwal Pemulangan Haji 2026 di Jeddah.
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
