19 Murid SDN Bira Tengah 1 Gatal Pasca MBG, Siap Dipantau
Gambar atau konten salah?
Sampang, 19 siswa SDN Bira Tengah 1 di Kecamatan Sokobanah mengalami gatal‑gatal setelah menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala SPPG Yayasan Nurul Haromain, Suhaidi, segera menanggapi kejadian tersebut.
Suhaidi mengatakan terkejut ketika menerima kabar. “Kemarin kami menerima informasi kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB dari kepala sekolah. Sehingga saya dan asisten lapangan langsung ke puskesmas untuk memastikan itu,” ujar Suhaidi.
Ia terus memantau perkembangan 19 siswa yang dirawat di puskesmas. Menurutnya, gejala yang muncul hanyalah alergi ringan dan mereka dapat pulang setelah perawatan. “Alhamdulillah mereka hanya sebentar di puskesmas, setelah diolesi bedak mereka bisa pulang,” tambahnya.
Suhaidi mengungkapkan kebingungan karena dapur Yayasan pernah menyajikan menu tersebut sebelumnya tanpa masalah. “Di awal kami menentukan menu, kami sudah menyebarkan angket kepada siswa soal kesukaan dan juga pantangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proses memasak dan penyajian menu telah dilakukan sesuai standar. “Menu seperti ini sudah pernah kami sajikan dan tidak ada masalah, makanya menu ini kami sajikan kembali,” lanjutnya.
Untuk memastikan penyebabnya, pihak SPPG meminta puskesmas melakukan uji sampel makanan yang dikonsumsi siswa maupun yang masih tersisa di dapur. Ia menegaskan total distribusi dari dapur mencapai 2355 porsi, dan selain 19 siswa yang terkena, semua aman. “Total yang didistribusikan dari dapur kami 2355, selain 19 orang siswa itu semuanya aman,” ungkapnya.
Suhaidi menambahkan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak terulang. “Jika perlu kami akan lakukan survey kembali agar ke depan lebih baik,” tandasnya.
Belasan siswa SDN Bira Tengah 1 sebelumnya telah dilarikan ke puskesmas setempat setelah mengalami gatal‑gatal. Mereka menjalani perawatan dengan bedak di bagian yang gatal.
Kejadian pada Rabu (22 April 2026) siang itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat beberapa siswa menggaruk tubuh sambil menunggu perawatan. Warga di komentar video menyebut, “Ecapok MBG getel kabbi (kena MBG gatal semua), wak nyosol‑nyosol deteng pole (menyusul nyusul datang lagi (siswa yang gatal)),” kata warga.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan gizi dan keamanan makanan di sekolah. Meskipun distribusi MBG telah dilakukan sesuai prosedur, kejadian alergi massal menunjukkan perlunya evaluasi rutin dan uji kualitas makanan sebelum disajikan kepada siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
