20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H, Dzulqa'dah & Dzulhijjah

Bayu K. · 4 min baca · 14 hari lalu · 62 dibaca
Bisik.id
20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H, Dzulqa'dah & Dzulhijjah

Gambar atau konten salah?

Setiap kali umat Islam ingin menyesuaikan jadwal ibadah dengan kalender Masehi, sering kali muncul pertanyaan: “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Pertanyaan ini tidak hanya penting bagi yang hendak menunaikan ibadah, tetapi juga bagi yang ingin mengetahui hari-hari penting keagamaan. Karena penanggalan Hijriah dan Masehi menggunakan sistem perhitungan yang berbeda, konversi tanggal menjadi suatu keharusan.

Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 20 Mei 2026 jatuh pada tanggal 3 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah, yakni Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Berikut rincian kalender Hijriah untuk bulan Mei 2026, dimulai dari tanggal 2 Mei hingga 14 Mei:

  • 02 Mei 2026 – 14 Dzulqa'dah 1447 H
  • 03 Mei 2026 – 15 Dzulqa'dah 1447 H
  • 04 Mei 2026 – 16 Dzulqa'dah 1447 H
  • 05 Mei 2026 – 17 Dzulqa'dah 1447 H
  • 06 Mei 2026 – 18 Dzulqa'dah 1447 H
  • 07 Mei 2026 – 19 Dzulqa'dah 1447 H
  • 08 Mei 2026 – 20 Dzulqa'dah 1447 H
  • 09 Mei 2026 – 21 Dzulqa'dah 1447 H
  • 10 Mei 2026 – 22 Dzulqa'dah 1447 H
  • 11 Mei 2026 – 23 Dzulqa'dah 1447 H
  • 12 Mei 2026 – 24 Dzulqa'dah 1447 H
  • 13 Mei 2026 – 25 Dzulqa'dah 1447 H
  • 14 Mei 2026 – 26 Dzulqa'dah 1447 H
  • 15 Mei 2026 – 27 Dzulqa'dah 1447 H
  • 16 Mei 2026 – 28 Dzulqa'dah 1447 H
  • 17 Mei 2026 – 29 Dzulqa'dah 1447 H
  • 18 Mei 2026 – 30 Dzulqa'dah 1447 H
  • 19 Mei 2026 – 01 Dzulhijjah 1447 H
  • 20 Mei 2026 – 02 Dzulhijjah 1447 H
  • 21 Mei 2026 – 03 Dzulhijjah 1447 H
  • 22 Mei 2026 – 04 Dzulhijjah 1447 H
  • 23 Mei 2026 – 05 Dzulhijjah 1447 H
  • 24 Mei 2026 – 06 Dzulhijjah 1447 H
  • 25 Mei 2026 – 07 Dzulhijjah 1447 H
  • 26 Mei 2026 – 08 Dzulhijjah 1447 H
  • 27 Mei 2026 – 09 Dzulhijjah 1447 H
  • 28 Mei 2026 – 10 Dzulhijjah 1447 H
  • 29 Mei 2026 – 11 Dzulhijjah 1447 H
  • 30 Mei 2026 – 12 Dzulhijjah 1447 H
  • 31 Mei 2026 – 13 Dzulhijjah 1447 H

Di bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan mengikuti beberapa amalan sunnah. Berikut rangkuman amalan yang sering dirujuk dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:

1. Puasa Dzulhijjah
Puasa selama sembilan hari pertama, yaitu tanggal 1‑9 Dzulhijjah, dianggap sebagai amalan shalih. Ummul Mu'minin Hafsah bersabda, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).

2. Puasa Arafah
Puasa pada hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah, sangat dianjurkan karena hari ini penuh keutamaan. Aisyah menuturkan, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR. Muslim). Hadits lain menyatakan, “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Puasa ini menjadi alternatif bagi yang tidak melakukan haji.

3. Bertakbir
Menambah takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa dianjurkan, terutama menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Imam Bukhari mencatat, “Ibnu Abbas berkata, 'Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.'” (HR. Bukhari). Praktik bertakbir ini sering dilakukan bersama jamaah di pasar atau setelah shalat sunnah.

4. Sholat Id
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Ibnu Abbas meriwayatkan, “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Shalat Id dianggap sebagai ibadah wajib bagi yang mampu.

5. Berkurban
Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq mencontohkan teladan Nabi Ibrahim AS. Al-Qur’an mengingatkan, “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ… Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Menyembelih hewan kurban setelah shalat dianggap sempurna, seperti yang disampaikan, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.”” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15, yang dikenal sebagai ayyamul bidh, juga dianjurkan. Abu Daud meriwayatkan, “وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ.” (HR Abu Dawud). Dalam terjemahan, Nabi SAW memerintahkan puasa pada malam yang cerah, yakni tanggal 13, 14, dan 15.

Dengan mengetahui konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat dapat menyiapkan diri secara spiritual pada bulan Dzulhijjah. Menjalankan puasa, bertakbir, melaksanakan sholat Id, berkurban, serta puasa ayyamul bidh menjadi cara konkret mengekspresikan ketakwaan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan pribadi dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat solidaritas sosial di kalangan muslim. Sehingga, setiap hari di bulan suci ini menjadi ajakan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.

Konversi Tanggal HijriahDzulhijjahPuasa DzulhijjahPuasa ArafahSholat IdBerkurbanAyyamul Bidh

Komentar

Memuat komentar...