Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Gambar atau konten salah?
Tren Strava Fridge yang sempat menjadi viral di media sosial membuat banyak orang memutuskan untuk membuat konten di depan kulkas minimarket. Ide sederhana ini menarik perhatian karena memanfaatkan teknologi rekaman dan data olahraga.
Konsepnya cukup mudah: ponsel diletakkan di dalam kulkas, lalu pintu kulkas dibuka dan ditutup seolah‑olah sedang mengambil minuman. Selama proses itu, video disunting dengan menambahkan overlay statistik olahraga—biasanya lari atau bersepeda—yang diambil dari aplikasi Strava. Setelah selesai, klip tersebut diunggah ke platform media sosial.
Awalnya, video ini terlihat lucu dan menghibur. Namun, seiring waktu, pintu kulkas minimarket sering dibuka‑tutup tanpa alasan lain. Bukan lagi hanya untuk mengambil minuman, melainkan hanya untuk membuat konten. Kebiasaan ini membuat manajer toko merasa tidak nyaman.
Di acara Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti pada 31 Mei 2026, Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, S.Pt., M.Si., MVPH., IPM., dari Fakultas Peternakan IPB University, menjelaskan alasan di balik desain kulkas minimarket. Ia menekankan bahwa kaca transparan sengaja dibuat agar konsumen dapat memilih produk terlebih dahulu.
“Kalau sedang belanja, ada Lemari dingin, kulkas atau freezer, yang kacanya bening kelihatan. Mengapa kacanya tembus pandang? Supaya kita itu milih dulu dan menetapkan dulu,” ujarnya.
Dengan cara ini, pelanggan cukup membuka pintu kulkas setelah sudah mengetahui produk yang akan dibeli. Metode ini membantu menjaga suhu di dalam lemari tetap stabil. Menurut Prof. Epi, kebiasaan membuka pintu secara berulang‑ulang dapat mengganggu keseimbangan suhu.
“Jadi jangan buka begini, kemudian baru melamun, ‘yang mana ya?’ Nah, itu kalau satu pelanggan. Kalau seharian gitu, suhunya langsung naik,” kata Prof. Epi.
Udara hangat dari luar akan masuk setiap kali pintu kulkas dibuka. Jika hal itu terus terjadi, suhu penyimpanan dapat naik‑turun dan berpotensi memengaruhi kualitas produk yang disimpan di dalamnya. Menurutnya, menjaga suhu penyimpanan menjadi perhatian penting di banyak negara.
“Kalau 100 orang? Sampai supermarketnya tutup, pendinginnya bisa naik turun suhunya,” tambahnya.
Prof. Epi mengungkapkan bahwa ia pernah melihat imbauan di pintu lemari pendingin di luar negeri. Tanda tersebut menegaskan bahwa pelanggan harus memilih dan menetapkan produk terlebih dahulu sebelum membuka pintu. Tujuannya adalah menjaga keamanan, kebersihan, dan kualitas produk.
“Yang saya lihat kalau di luar negeri, kacanya ditempel tuh. Anda pilih dan menetapkan dulu, baru buka. Supaya keamanan produknya tetap terjaga, termasuk kebersihannya tetap terjaga,” ujarnya.
Dengan demikian, keberadaan kaca transparan pada kulkas supermarket dan minimarket bukan hanya memudahkan konsumen melihat produk. Desain tersebut juga berperan penting dalam menjaga suhu, kualitas, kebersihan, dan keamanan produk. Selanjutnya, saat memilih minuman dingin, tentukan pilihan terlebih dahulu dari luar sebelum membuka pintu kulkas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mes Hilgers Kembali Latihan Bersama Skuad Garuda 2026
Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi
Kentut Saat Lari Biasa: Hindari Soda, Sayur Tertentu
Runner's Trot: Tips Menjaga Bahu Perut Pelari Pemula di Lomba
Runner's Trot: Bagaimana Kram Perut Menghentikan Pelari
35% Pelari Mengalami Gangguan Pencernaan Saat Lomba
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
