2026: Tahun Terpanas Keempat, El Nino Super Diprediksi

Fitri A. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
2026: Tahun Terpanas Keempat, El Nino Super Diprediksi

Gambar atau konten salah?

Ketiga bulan pertama tahun 2026 menjadi yang terpanas keempat dalam catatan sejarah. Awal tahun ini juga menandai rekor tutupan es laut terendah di Kutub Utara. Ilmuwan kini memperkirakan bahwa pemanasan El Nino yang diprediksi segera datang akan sangat kuat.

Menurut analisis Carbon Brief, tahun 2026 memiliki peluang 19% untuk melampaui 2024 sebagai tahun terpanas dalam catatan sejarah. Data suhu dari lima kelompok riset berbeda menunjukkan bahwa tahun ini hampir pasti menjadi salah satu dari empat tahun terpanas yang pernah tercatat, dan kemungkinan besar menjadi tahun terpanas kedua.

El Nino adalah fenomena pemanasan di Pasifik tropis yang memengaruhi pola cuaca global. Kondisi ini dapat memicu kekeringan, banjir, dan gelombang panas laut. Cara paling umum memprediksi El Nino adalah dengan mengukur anomali suhu di wilayah Nino3.4 di Pasifik tropis. Suhu permukaan laut yang terus‑terusan melebihi 0,5°C mengindikasikan peristiwa El Nino, suhu di atas 1,5°C menunjukkan El Nino yang kuat, dan suhu di atas 2°C sering disebut peristiwa super El Nino.

Carbon Brief menyatakan bahwa model iklim terbaru memberikan estimasi median pemanasan 2,2°C pada September 2026. Skenario ini akan menempatkan dunia di wilayah super El Nino. Pemanasan diperkirakan akan terus meningkat setelah September, karena kondisi El Nino umumnya mencapai puncak antara November dan Januari. Jika peristiwa super ini terjadi, maka secara substansial meningkatkan kemungkinan tahun 2027 akan menjadi tahun terpanas dalam catatan sejarah.

Memprediksi bagaimana El Nino akan berkembang sedini ini pada awal tahun secara historis sulit. Ilmuwan biasanya perlu beberapa bulan lagi sebelum yakin meramalkan peristiwa kuat atau super. Namun peneliti Universitas Hawai'i di Mānoa baru‑baru ini menerbitkan studi yang mengklaim mampu memprediksi El Nino dan La Niña secara akurat 15 bulan lebih awal. Makalah di jurnal Geophysical Research Letters tersebut mendasarkan prediksinya pada pengamatan suhu dan ketinggian permukaan laut, tanpa model iklim rumit.

"Banyak dari sistem prediksi terkemuka saat ini berupa model iklim dinamis yang mahal komputasi, model statistik yang mengandalkan pengetahuan El Nino‑Southern Oscillation (ENSO) yang dibangun selama beberapa dekade penelitian, atau pendekatan AI yang membutuhkan data pelatihan besar dan sering lebih sulit ditafsirkan," kata penulis utama Yuxin Wang.

Kini, peneliti memasukkan data historis ke model komputer. Mereka menguji untuk melihat apakah sistem tersebut dapat memprediksi indeks Nino3.4 secara akurat dalam enam dekade terakhir. "Kami menemukan model ini dapat memprediksi El Nino dan La Niña dengan sangat mengejutkan, dengan kemampuan yang bermanfaat hingga sekitar 15 bulan ke depan," kata Wang. Saat ini, model tersebut memprediksi perkembangan El Nino yang kuat, lebih dari 2°C lebih hangat dari kondisi normal di Pasifik timur ekuatorial, menjelang akhir 2026.

"Memprediksi ENSO secara akurat lebih dari setahun sebelumnya sangat penting karena dapat memberikan peringatan dini, yang memungkinkan masyarakat, pemerintah, dan pengelola sumber daya mengambil tindakan dan melakukan adaptasi guna mengurangi potensi dampak El Nino dan La Niña," tambah Wang.

Prediksi ini menyoroti betapa pentingnya pemantauan suhu laut dan data historis. Jika peristiwa super El Nino terjadi pada akhir 2026, dampaknya akan terasa di seluruh dunia, memaksa negara dan komunitas untuk menyesuaikan kebijakan dan persiapan menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kemampuan memprediksi lebih dari setahun sebelumnya, pihak berwenang dapat mempersiapkan langkah mitigasi, seperti pengelolaan air, perencanaan pertanian, dan kesiapsiagaan bencana. Keterbukaan data dan kolaborasi antar lembaga menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan menanggulangi perubahan iklim yang semakin intens.

El Ninopemanasan globalKutub Utarasuhu lautprediksi 15 bulansuper El Ninodampak cuaca ekstrem

Komentar

Memuat komentar...