205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan

Mira T. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan

Gambar atau konten salah?

Selama periode Juni hingga Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 37 kasus kebakaran hutan dan lahan. Angka ini belum termasuk kebakaran gedung dan rumah, yang jika digabungkan totalnya mencapai 205 kejadian sejak 5 Juni hingga 12 Juli.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan data tersebut saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2026. Menurutnya, potensi kebakaran semakin besar karena fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut.

"Kebakaran hutan lahan 37 kali. Tapi kalau ditambah dengan kebakaran gedung dan rumah itu bisa sampai 205 kali. 5 Juni sampai 12 Juli," ujar Bergas.

Penyebaran kasus karhutla terjadi di 16 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dua daerah dengan jumlah kasus terbanyak adalah Blora dan Sukoharjo. Bergas menjelaskan bahwa kebakaran hanya terjadi di titik-titik tertentu, bukan merata di seluruh wilayah.

"Karhutla itu hanya di titik-titik tertentu, di 16 kabupaten kota. Paling banyak itu ada di Blora sama Sukoharjo," terangnya.

Dari puluhan kasus yang tercatat, sebagian besar merupakan kebakaran lahan tebu. Bergas menduga para petani sengaja membakar tebu untuk menekan biaya operasional setelah panen. Menurutnya, cara ini lebih murah dibandingkan membersihkan lahan secara manual menggunakan tenaga manusia.

"Kalau lahan itu lebih cenderung dikarenakan sengaja dibakar, maksudnya yang tebu, ya. Ini rata-rata lahan tebu di mana istilahnya operasional pembersihannya itu lebih murah dibandingkan secara manual dengan manusia," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kebakaran lahan ilalang, Bergas menduga ada kaitannya dengan fenomena El Nino Godzilla. Ia menjelaskan bahwa ilalang yang kering dan saling bergesekan saat cuaca panas bisa memicu munculnya api. Namun, dugaan ini masih dalam tahap investigasi.

"(Adakah karhutla yang berangkat dari dampak El Nino Godzilla?) Kalau kaitannya dengan ladang ilalang, Iya. ladang ilalang itu satu hamparan rumput tanah begitu yang ada pohon liarnya. Karena kering, dia ada kecenderungan karena panas tergesek-gesek gitu. Ini kan baru dugaan masih dalam Investigasi," bebernya.

BPBD Jawa Tengah memprediksi kebakaran hutan dan lahan masih akan terus terjadi selama El Nino berlangsung. Bergas mengatakan bahwa setiap minggu pihaknya menerima laporan peningkatan kasus kebakaran lahan.

"Prediksi ini setiap seminggu hasil update kami terjadi peningkatan, terjadi peristiwa kebakaran lahan ya. Semoga saja hutannya tidak," tutur Bergas.

Untuk mengantisipasi karhutla, BPBD Jawa Tengah terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat. Bergas juga meminta pemerintah daerah setempat untuk mensosialisasikan larangan membakar tebu yang telah dipanen. Menurutnya, edukasi ke masyarakat harus tetap dilakukan, terutama terkait dampak turunan dari musim kemarau panjang dengan suhu tinggi yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Tentunya imbauan dan imbauan, edukasi ke masyarakat tetap harus dilaksanakan, utamanya dampak turunannya. Dampak yang diakibatkan dengan adanya kemarau panjang dengan intensitas suhu yang cukup tinggi ini tentunya masih berkaitan dengan dampak kebakaran," ucapnya.

"Ya harapannya ini tidak bisa di BPBD semata ya. Kalau imbauannya kita kepada pemerintah daerah untuk edukasi masyarakat kembali berkaitan dengan pemanenan lahan perkebunan supaya tidak dilakukan pembakaran," tegasnya.

Dari data yang ada, kebakaran lahan tebu menjadi penyumbang terbesar kasus karhutla di Jawa Tengah. Praktik pembakaran yang dianggap lebih murah ini justru memperparah risiko kebakaran di tengah musim kemarau. Sementara itu, dugaan keterkaitan antara kebakaran ilalang dan El Nino Godzilla masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui investigasi.

kebakaran hutanJawa TengahEl Ninokarhutlapembakaran tebuBPBDmusim kemarau

Komentar

Memuat komentar...