23 Kasus Hantavirus Terkonfirmasi, 3 Kematian di 9 Provinsi
Gambar atau konten salah?
Kementerian Kesehatan RI melaporkan sedikitnya 23 kasus Hantavirus dan tiga kematian di 9 provinsi dalam periode tiga tahun terakhir. Angka kematian tercatat mencapai 13 persen. Seluruh kasus Hantavirus terkonfirmasi ke jenis seoul virus, bukan andes virus seperti yang terkonfirmasi pada wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Penularan yang terjadi rata-rata bersumber dari tikus dan celurut yang terinfeksi melalui gigitan, ekskresi dan sekresi, saliva, urine, feses, atau melalui inhalasi aerosol yakni terhirup debu.
Kasus seoul virus Hantavirus paling banyak teridentifikasi di tahun lalu dengan 17 kasus, sementara pada 2024 'hanya' terlaporkan 1 kasus. Pada 2026, sejauh ini tercatat penambahan lima kasus. Sebarannya tersebar di provinsi berikut:
- DI Yogyakarta
- Jawa Barat
- DKI Jakarta
- Sulawesi Utara
- NTT
- Sumatera Barat
- Banten
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
Pada 07 Mei 2026, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman mengonfirmasi: '23 positif tapi 20 sembuh, tiga meninggal,'. Ia menilai risiko importasi kasus Hantavirus Andes, antar manusia, rendah, jarang terjadi, terbatas umumnya di Amerika Selatan, 'Penilaian risiko Indonesia pada importasi kasus pada penularan Hantavirus andes, yang antar manusia, tergolong rendah, jarang terjadi, terbatas umumnya di Amerika Selatan,'.
Ia juga menyebut: 'Tingkat kematian disebutnya relatif tinggi tidak hanya disebabkan faktor tunggal, tetapi ada ko-infeksi yang terjadi akibat kanker hati, kegagalan multiorgan.'
Kasus Hantavirus di Indonesia masih terbatas namun tetap memerlukan perhatian. Penyebaran melalui hewan pengerat dan aerosol memicu risiko. Penanganan cepat dan pemantauan terus diperlukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Singapura Target Kurangi Konsumsi Garam Mulai 2026
Teka-teki Lingkaran: Cari 7 Hewan Tersembunyi di Dalamnya
Stunting di Sanggau Naik, Menkes Sorot Prioritas MBG
Bayi Keracunan Nitrit Usai Susu Formula Dicampur Jus Sayuran
Rhabdomyolysis Mengintai Pelari Maraton, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal
Makan Lambat: Kunci Psikologis yang Jarang Disadari
Berita Terbaru
Argentina dan Prancis Incar Kemenangan Kedua di Piala Dunia 2026
Sesar Kendeng Segmen Pandan Aktif, Nganjuk Waspada
Bank Mega Syariah Optimis Pembiayaan Tembus Rp5,7 Triliun
Tanjung Verde Kejutkan Piala Dunia, Imbang Lawan Uruguay
Prabowo Kirim Anggrek Ungu ke Rumah Jokowi di Solo
Banjir Rob Pati Sebulan, Tanggul 450 Meter Jebol
160 Rumah di Madiun Keluhkan Air PDAM Sering Mati
