23 Pasien Sakit Hantavirus Seoul Virus, 3 Meninggal

Mira T. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
23 Pasien Sakit Hantavirus Seoul Virus, 3 Meninggal

Gambar atau konten salah?

23 pasien di Indonesia mengalami infeksi Hantavirus jenis Seoul Virus dalam tiga tahun terakhir. Semua pasien menampilkan Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS). Rata‑rata gejala muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar, dan biasanya lebih ringan dibandingkan varian Hantavirus lain.

Di bulan 08 Mei 2026, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman, mengonfirmasi bahwa 23 pasien tersebut mengalami HFRS. Ia menambahkan bahwa gejala yang dialami mirip dengan kasus Andes Virus yang menular di kapal pesiar MV Hondius. “Mereka gejalanya demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, dan jaundice yakni tubuh menguning,” ujar Aji.

Menurut data, 20 pasien telah sembuh dan kembali beraktivitas normal. Namun, 3 orang lainnya meninggal dunia. Penyebab kematian berkaitan dengan koinfeksi penyakit lain, termasuk kanker hati dan kegagalan multiorgan.

Aji mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tempat berisiko tinggi penularan Hantavirus, antara lain:

  • Gedung lama
  • Area terbengkalai
  • Ruang bawah tanah
  • Wilayah dengan populasi tinggi tikus

Penularan biasanya melalui reservoir, yaitu tikus dan celurut yang terinfeksi. Kontak dapat terjadi lewat debu terkontaminasi, urine, saliva, feses, atau gigitan hewan. Penularan antarmanusia terbatas pada tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS), yang menimbulkan sesak napas dan memiliki angka kematian hingga 60 persen. Tipe ini biasanya hanya muncul di wilayah tertentu, seperti Amerika Selatan.

Andes Virus, satu-satunya varian yang dapat menular antar manusia, memiliki masa inkubasi lebih lama, sampai 17 hari, dan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan varian Seoul. Meskipun demikian, HFRS yang terkait dengan Seoul Virus tetap menjadi ancaman kesehatan publik di Indonesia.

HantavirusSeoul VirusHFRSAndes Viruspenularantikuskoinfeksikegagalan multiorgan

Komentar

Memuat komentar...