237 Prajurit Yon 514 Raider Kirim ke Lebanon, Siap Misi
Gambar atau konten salah?
237 personel dari Yon 514 Raider Bondowoso akan dikirim ke Lebanon pada gelombang ke-23‑T tahun 2026. Mereka akan bergabung dalam Satgas Unifil Lebanon di bawah naungan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB), menjalankan misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Sejak awal, prajurit disiapkan dengan pembekalan khusus. "Pembekalan diberikan terkait kebijakan yang dipegang Indonesia," kata Analis Madya Bidang Sumdahan Kemenhan, Kolonel Inf Aditya Mulyadi. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini penting agar prajurit memahami regulasi Dewan Keamanan PBB. "Agar mereka mendapatkan gambaran aturan di PBB seperti apa," ungkapnya.
Pelatihan dilaksanakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul, Bogor. Di sana, para personel juga akan bertemu prajurit dari satuan lain lintas matra. "Para personel dari 514 sini nanti bergabung dengan beberapa anggota dari satuan lain dari Kostrad termasuk dari AL dan AU," ujarnya.
Meskipun semua persiapan telah dilakukan, jadwal keberangkatan sepenuhnya ditentukan oleh PBB. "Kita yang penting menyiapkan saja. Untuk keberangkatan itu yang menentukan PBB," pungkas Aditya.
Di balik tugas negara, keluarga prajurit juga merasakan kegelisahan. Su, istri prajurit berusia 26, mengaku cemas karena situasi konflik di Timur Tengah yang memanas. "Sebagai istri prajurit, saya harus siap menerima kondisi seperti itu," kata Su. Ia menambahkan, meski suaminya sudah beberapa kali bertugas di daerah konflik, misi ke Lebanon terasa lebih mengkhawatirkan. "Sudah sering sekali. Tapi memang tak segelisah tugas yang ke Lebanon ini," ujarnya.
Istri prajurit lainnya, D berusia 31, juga merasakan tekanan. "Sebagai istri prajurit, saya harus mendukung tugas suami. Termasuk ke daerah konflik yang beresiko sekalipun," ujarnya. Namun ia tidak menampik harapannya agar penugasan tersebut bisa ditunda. "Jika saya boleh berdoa dengan hati yang paling dalam, semoga tugas ke Lebanon tersebut ditunda dulu atau batal, hingga situasi membaik," pungkas D.
Penugasan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam operasi perdamaian internasional. Sementara prajurit mempersiapkan diri secara teknis dan psikologis, keluarga mereka tetap menantikan kabar baik dari tanah air. Keputusan akhir mengenai keberangkatan masih menunggu konfirmasi dari PBB, menambah ketidakpastian bagi semua pihak yang terlibat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
