28 Aplikasi 'CallPhantom' Menipu, Bayar Tanpa Hasil

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
28 Aplikasi 'CallPhantom' Menipu, Bayar Tanpa Hasil

Gambar atau konten salah?

Seringkali, aplikasi mata-mata yang menjanjikan pelacakan lokasi dan aktivitas pengguna masih menarik minat jutaan pengguna Android. Peneliti keamanan siber dari ESET menemukan 28 aplikasi di Google Play yang mengaku dapat mengakses log panggilan, riwayat SMS, dan riwayat panggilan WhatsApp orang lain. Menurut laporan WeLiveSecurity, aplikasi-aplikasi ini secara kolektif diberi nama 'CallPhantom' dan sudah diunduh lebih dari 7,3 juta kali.

Penampilan aplikasi ini bervariasi, namun tak ada yang berbeda dalam strategi. Mereka meminta pengguna memasukkan nomor telepon orang yang ingin dimata-matai, lalu menuntut pembayaran untuk mengakses data komunikasi target. Setelah pembayaran, aplikasi tersebut malah menampilkan data palsu. Beberapa di antaranya membuat nomor telepon acak dan menempelkan nama serta informasi panggilan yang sudah ada di dalam kode.

Selain itu, beberapa aplikasi meminta pengguna memasukkan alamat email di mana data riwayat yang sudah dikumpulkan akan dikirimkan. Meski begitu, ESET menunjukkan bahwa aplikasi tersebut tidak meminta izin yang mengganggu atau benar-benar mampu mengakses data yang diminta. Aplikasi ini tidak sepenuhnya berbahaya, namun pengguna yang terlanjur membayar akan kehilangan uangnya tanpa mendapatkan fitur yang dijanjikan.

Sistem pembayaran aplikasi-aplikasi ini juga membingungkan. Beberapa menggunakan sistem pembayaran resmi Google Play sehingga korban dapat mengajukan pengembalian dana. Namun, ESET menemukan beberapa aplikasi mengarahkan pengguna ke aplikasi pembayaran pihak ketiga atau formulir kartu kredit di dalam aplikasi. Dalam satu kasus, ketika pengguna mencoba keluar dari aplikasi, aplikasi tersebut menampilkan peringatan menyesatkan dengan tampilan seperti email baru yang mengklaim hasil riwayat panggilan telah tiba, lalu mengarahkan pengguna ke layar berlangganan. Hal ini dikutip dari Android Authority, Minggu 17 Mei 2026.

Peneliti ESET telah melaporkan 28 aplikasi nakal tersebut ke Google pada 16 Desember 2023. Sejak itu, puluhan aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store.

Secara keseluruhan, aplikasi 'CallPhantom' tidak menimbulkan risiko keamanan data yang serius, namun tetap menipu pengguna dengan biaya yang tidak perlu. Pengguna harus berhati-hati ketika mengunduh aplikasi yang menjanjikan akses ke data pribadi orang lain, dan selalu memeriksa izin yang diminta serta sumber aplikasi sebelum melakukan pembayaran.

Aplikasi mata-mataCallPhantomGoogle PlayESETpembayaran pihak ketigadata palsuriwayat panggilanpengembalian dana

Komentar

Memuat komentar...