28 Maret 2026: Umat Katolik Renungkan Tindakan Iman

Ani R. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
28 Maret 2026: Umat Katolik Renungkan Tindakan Iman

Gambar atau konten salah?

28 Maret 2026 menjadi hari di mana umat Katolik diundang untuk merenungkan tindakan nyata sebagai wujud pertobatan dan iman. Tema renungan hari ini, “Apa yang Harus Kita Buat?”, menuntut setiap orang memikirkan bagaimana hati dan perbuatan dapat mencerminkan iman yang hidup.

Hari ini, bacaan Kitab Suci mengingatkan bahwa iman tidak sekadar diucapkan, melainkan diwujudkan dalam kasih, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Bacaan pertama berasal dari Yeh 37:21‑28, diikuti oleh Yer 31:10,11‑12ab,13, dan akhirnya Yoh 11:45‑56.

katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa‑bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung‑gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala‑berhalanya atau dewa‑dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat‑Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba‑Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan‑peraturan‑Ku dan melakukan ketetapan‑ketetapan‑Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba‑Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak‑anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama‑lamanya dan hamba‑Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama‑lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus‑Ku di tengah‑tengah mereka untuk selama‑lamanya. Tempat kediaman‑Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat‑Ku. Maka bangsa‑bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus‑Ku berada di tengah‑tengah mereka untuk selama‑lamanya.

Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa‑bangsa, beritahukanlah itu di tanah‑tangah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Mereka akan datang bersorak‑sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri‑seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak‑anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik‑baik, mereka tidak akan kembali lagi merana. Pada waktu itu anak‑anak dara akan bersukaria menari beramai‑ramai, orang‑orang muda dan orang‑tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.

Banyak di antara orang‑orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada‑Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang‑orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam‑imam kepala dan orang‑orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada‑Nya dan orang‑orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa‑apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak‑anak Allah yang tercerai‑berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang‑orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama‑sama murid‑murid‑Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"

Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak‑anak Allah yang tercerai berai.

Saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan karena merasa tidak sejalan dengan pemilik perusahaan. Dalam usia lebih dari 60 tahun, saya merasa tidak mungkin lagi mendapatkan pekerjaan baru. Setelah tiga bulan tanpa pekerjaan, tiba‑tiba seorang teman lama menawarkan pekerjaan di perusahaan tempat ia bekerja. Saya pun mendaftar, mengikuti tes, dan wawancara. Setelah itu, waktu berlalu tanpa kabar. Saya semakin yakin bahwa karena usia, perusahaan sulit menerima saya. Namun, dua bulan kemudian, saya menerima kabar bahwa saya diterima dan diminta segera bergabung. Sungguh, Yesus amat baik. Yesus dahulu telah mati juga untuk kita, namun kini Ia hidup untuk menyertai kita senantiasa. Apa yang harus saya lakukan setelah menerima begitu banyak kebaikan Tuhan? Yang pasti, saya tidak ingin 'membunuh' Yesus untuk kedua kali. Walau dengan segala keterbatasan dan kekurangan, saya telah memutuskan terus berusaha melayani Gereja‑Nya serta berbagi dengan sesama.

Tuhan Yesus, terima kasih telah senantiasa mendampingi dan mengizinkan kami mengalami mukutazat dari‑Mu. Pada hari ini, kami ditanya, apa yang harus kami buat setelah menerima segala kebaikan‑Mu. Tuhan, izinkan kami mencintai‑Mu dan mengasihi sesama kami. Amin.

Renungan ini menekankan bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, harus mencerminkan kasih dan pertobatan. Iman yang hidup tidak hanya berupa kata, melainkan perbuatan nyata yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan memahami bahwa Yesus telah mati untuk semua umat, kita diajak untuk terus melayani, berbagi, dan mencintai sesama tanpa mengharapkan balasan. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup beriman adalah perjalanan yang terus berlanjut, di mana setiap langkah harus didorong oleh kasih dan komitmen terhadap kebenaran.

renungan harikatolikYesuspertobatankasihberbagikepercayaankomitmen

Komentar

Memuat komentar...